News  

Gelaran Festival Kuliner Fakultas Vokasi UNY 2024: Pecahkan Rekor MURI “Sambelan” yang Diikuti 630 Peserta

Suasana pemecahan Rekor MURI "sambelan", bagian dari acara Festival Kuliner yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Angkatan 2021 Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Foto: Istimewa.

bernasnews — Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Angkatan 2021 Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mempersembahkan Festival Kuliner bertajuk “Bhojana Boga”, bertempat di Fakultas Vokasi UNY Kampus Gunungkidul, DIY, Selasa (28/5/2024).

Festival ini diikuti oleh 154 orang mahasiswa program studi tata boga 2021 yang terbagi dalam 39 kelompok  dimana mahasiwa menyajikan kuliner dengan bahan dasar umbi-umbian, serealia, biji-bijian dan kacang, serta ikan. Dalam festival ini, mahasiswa D-IV Tata Boga menyajikan berbagai kuliner sesuai jenisnya

Ketua Panitia Kegiatan Dr. Minta Harsana, A.Par., M.Sc mengemukakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan jurusan D-IV Tata Boga Fakultas Vokasi UNY ke masyarakat luas. Juga menggali dan mengembangkan keterampilan dan kreativitas dalam bidang boga, perwujudan karya bidang industri kreatif dalam bentuk produk dan kegiatan kewirausahaan.

“Acara ini tidak hanya menyediakan berbagai kuliner khas tetapi juga menyuguhkan berbagai rangkaian acara mulai dari tarian sambutan, perlombaan, pemecahan rekor muri, cooking show dari Indonesian Chef Association (ICA), persembahan tari reog Gunungkidul, doorprize, dan live music sebagai penutup acara,” beber Minta Harsana, dalam keterangan yang dikirim melalui Humas UNY.

Lebih lanjut Minta Harsana menjelaskan, festival ini mengangkat tema “Bhojana Boga” yang berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Bhojana yang berarti makanan dan kenikmatan. Menurutnya, hal ini merujuk pada kenikmatan makanan melalui kesan indrawai seperti penciuman dan penglihatan. Sedangkan kata Boga sendiri artinya adalah hidangan atau santapan.

“Dengan makan tersebut, diharapkan peserta dan masyarakat luas dapat diberikan sebuah kesan senang terhadap hidangan yang nikmat dalama kemasan yang meriah berupa festival makanan. Sajian inovasi terkini dengan memanfaatkan beragam bahan pangan lokal diharapkan mampu mengangkat kembali keunggulan bahan pangan lokal tersebut,” ucap Minta Harsana.

Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi Prof. Komarudin, S.Pd. M.A. dalam sambutannya, berharap melalui festival ini pengunjung mendapatkan sensai kenikmatan baik dalam rasa, penciuman, maupun penglihatan dalam menikmati hidangan yang di pamerkan. “Inovasi makanan berbahan lokal ini sebagai wujud sinergi kampus dengan warga lokal dalam meningkatkan mutu pangan dan kesejahteraan warga sekitar,” kata Prof. Komarudin.

Suasana penyerahan penghargaan pemecahan Rekor MURI. (Foto: Istimewa)

Festival Kuliner bertajuk “Bhojana Boga” ini, juga dimeriahkan dengan acara pemecahan rekor MURI budaya “Sambelan”, yang diikuti oleh lebih dari 630 peserta berasal dari beberapa desa di Gunungkidul. “Pemecahan rekor MURI “Sambelan” ini merupakan kegiatan baru dalam acara festival kuliner tahunan yang diselenggarakan oleh para mahasiswa program studi Tata Boga,” ungkap Minta Harsana.

“Kriteria dari perlombaan “Sambelan” ini meliputi 4 aspek yakni kreatifitas penyajian sambel dan makanan pendamping seperti nasi dan juga lauk pauknya, kebersihan dan kerapihan, kekompakan tim dan rasa sambel serta cara menikmati sambelan,” lanjut dia.

Proses pengulekan sendiri dilakukan selama 50 detik. Cabai di dalam cobek diulek secara bergiliran dimana satu peserta memiliki waktu selama 10 detik dan dilakukan secara bergantian. “Platting atau penataan sambel beserta nasi dan lauk pauknya dilakukan selama 10 menit setelah pengulekan sambel selesai,” terang Minta Harsana.

Sri Widayati selaku perwakilan dari Rekor MURI mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi prestasi yang luar biasa. Akhirnya, lomba mengulek sambal dalam budaya “sambelan” Gunungkidul, dengan peserta terbanyak telah tercatat ke 11.648 Rekor MURI.

MURI menganugerahkan piagam penghargaan kepada penyelenggara yaitu Fakultas Vokasi UNY. Menurut Sri Widayati, capaian ini merupakan Rekor MURI yang ke delapan oleh UNY. Ia kembali menekankan, bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk mencatat sejarah, namun juga melestarikan kebudayaan di Gunungkidul. (*/ ted)