30 Seniman Tampilkan Karyanya Dalam Pameran Lukisan ‘Nature’s Harmony’

Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran bertajuk 'Nature's Harmony'. (Foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Sebanyak 30 seniman terkemuka ikut terlibat dalam pameran lukisan yang kembali digelar di ruang pamer CityWalk, Mataram City Jogja.

Direktur Pemasaran PT SWID Tbk, Ratri Paramita mengatakan pameran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap keindahan karya-karya seni yang mencerminkan kecerdasan dan kedamaian bangsa, sekaligus menjadi wujud cinta kasih pada negeri ini.

Beberapa seniman yang berpartisipasi antara lain Dwipo Hadi, R. Wisnu D, G.A Wicaksono, Rajoso Bayu, Feri Pradigdo, Priyok Dinasti, Retno Aris, Indira Bunyamin, Hani Santana, Moko Jepe, Budi Barnabas, Sapto Wahyu SB, N. Rinaldy, A Budiharyan, Deandra R. S. Ariseno, Joelya Pandjalu, Dadang Taufik, Retno Redwindsock, Vera Lasut, Lidgerus Toto Utomo, Clover Auckland, V. Athalia D, Arul Lail, Febrita Yustiani, Gegwa Wyaktijati, Pauline Annie, Steph Moe, Dadang Imawan, Ika Ria, dan Dina Budijanto.

“30 perupa yang terlibat dalam pameran ini, yang masing-masing telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia seni rupa,” ujar Direktur Pemasaran PT SWID Tbk, Ratri Paramita, dalam keterangan tertulisnya.

Adapun lukisan-lukisan yang dipamerkan tersebut mengusung tema “Nature’s Harmony: A Reflection of Human and the Environment Interplay”.

Masing-masing karya yang dipamerkan itu akan mencakup berbagai tema, menggambarkan visi seniman tentang kehidupan yang cerdas, damai, dan makmur.

“Pameran ini diharapkan dapat menjadi wahana apresiasi seni dan menciptakan pengalaman yang memperkaya perspektif masyarakat terhadap keindahan seni rupa lokal,” ucap dia.

Koordinator Perupa dalam pameran tersebut, Dwipo Hadi mengatakan, pameran ini akan bercerita tentang keseimbangan alam. Hal itu turut dibuktikan juga dengan jumlah peserta perupa sebanyak 30 perupa, di antaranya 15 perupa perempuan dan 15 perupa laki-laki.

“Karya-karya yang ditampilkan ini tentang keindahan alam menurut perupa. Dan juga membuka lebar lebar perupa yang masih pemula dan yang sudah terkenal,” kata Dwipo.

Dwipo pun mengajak masyarakat Yogyakarta untuk hadir dan menikmati kekayaan seni yang dihadirkan dalam “Nature’s Harmony”. Pameran ini akan berlangsung cukup lama yakni mulai tanggal 8 Maret hingga 8 Mei 2024 di area CityWalk – Mataram City Yogyakarta.

“Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini alirannya bermacam-macam, jadi kami tidak membatasi. Tujuan saya menggabungkan berbagai usia itu untuk saling mengapresiasi dan saling belajar, yang muda bisa belajar dari senior begitupula sebaliknya,” tuturnya.

“Kita tetap berusaha untuk menjaga dan melestarikan alam karena seniman-seniman juga lahir dari alam entah imajinasi mereka, logika mereka, sikap mereka akhirnya kembali lagi seniman itu memiliki perhatian yang cukup di dalam menjaga lingkungan,” pungkasnya. (lan)