bernasnews – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berkomitmen untuk memerangi stunting yang masih terus terjadi di berbagai daerah.
Jika merujuk pada hasil survei Status Gizi Balita pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6 persen. Deputi Bidang ADPIN BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan masih tingginya angka stunting tersebut mendorong Pemerintah melakukan upaya-upaya percepatan penurunan stunting.
Termasuk melalui salah satu pertemuan koordinasi dan sinkronisasi program kegiatan Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting yang sedang digelar di DIY sejak Selasa (5/3) lalu hingga saat ini.
“Pertemuan nasional ini bukan hanya berkumpul, reunian, ngobrol ngalur ngidul, tetapi forum ini betul-betul membahas isu isu strategis yang memang harus ditindaklanjuti pada tahun yang berjalan,” ujar Deputi Bidang ADPIN BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, Rabu (6/3/2024), malam.
Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Sukaryo menuturkan Kepala BKKBN ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana Tim Pecepatan Penurunan Stunting, maka pihaknya juga memiliki peran strategis dalam pencapaian sasaran strategis dan sasaran program percepatan penurunan stunting yaitu berkontribusi mendukung capaian indikator penurunan angka stunting.
Seyogyanya, kata dia, perlu langkah-langkah strategis percepatan penyelenggaraan Program Bangga Kencana yang harus segera dimulai sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas, integrasi dan akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja dalam peningkatan penggerakan Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan wilayah.
“Kami butuh koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan atau stakeholder dan mitra kerja lainnya termasuk strategi pelaksanaan Program Bangga Kencana,” jelasnya.
“Tahun 2024 harus disusun dan dikembangkan dalam bentuk operasional nyata serta memiliki output yang terukur, seperti Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) dengan menajamkan intervensi dari hulu melalui prioritas mencegah lahirnya anak stunting, operasional Tim Pendamping Keluarga serta target kinerja lainnya,” sambung dia.
Kepala BKKBN, dr. Hasto menyampaikan betapa penting strategisnya di tahun ini apalagi akan diselenggarakan Pilkada yang mana secara kepengurusan, rata-rata akan berganti.
Sehingga perlu membahas hal-hal teknis yang bisa dilaksanakan di lapangan terkait capaian sasaran kinerja program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting tersebut.
“(Tahun) 2024 akan dilaksanakan Pilkada serentak, apa artinya? Pilkada ini tidak hanya baru kepala daerahnya, tetapi juga baru formasi bawahnya. Nah paling tidak tugas ADPIN untuk bisa menghasilkan langkah strategis. Tujuannya agar program bangga kencana bisa menjadi prioritas di masing-masing Kabupaten atau kota,” kata Kepala BKKBN, dr. Hasto.
Dia pun mendorong agar ADPIN memainkan peran sentralnya dalam merubah perilaku masyarakat. Caranya dengan memperkuat fondasi utama, yakni meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program Bangga Kencana.
“Data itu harus dihidupkan, saya berharap di tahun 2024 ini banyak terobosan terobosan baru dari ADPIN. Juga saya minta untuk bisa melakukan kegiatan baru contoh misalnya dengan teman-teman TNI dalam rangka menurunkan stunting. Kita bisa melakukan kegiatan tmmd dengan tema yang tidak hanya fisik tapi non fisik brsama BKKBN,” pungkasnya. (lan)












