bernasnews – Jogja menjadi salah satu daerah di Indonesia yang ramai pendatang dari berbagai macam daerah. Beragam suku dan budaya ada di Jogja lantaran menjadi kota wisata dan kota pelajar.
Pelajar Mahasiswa dari berbagai penjuru berlomba-lomba menempuh Pendidikan di Jogja. Tak ketinggalan para pelajar mahasiswa dari Maluku Utara. Rasa rindu pada kampung halaman mungkin terlintas di benak para pelajar mahasiswa ingin diungkapkan dalam bentuk seni budaya sebagai kekayaan bangsa yang patut dijaga dan dikembangkan, sebagai identitas setiap daerah dalam bingkai keberagaman suku dan seni budaya bangsa dalam bingkai seni budaya Nusantara (Indonesia) dalam semangat kebhinekaan Berbeda-beda Namun Satu Jua Satu Bangsa Indonesia.

Atas hal inilah, sejumlah mahasiswa berkumpul dan bergabung dalam Komunitas Pemuda Rumah Marimoi (Mari Bersatu) Mahasiswa Maluku Utara-Yogyakarta yang beranggotakan dari perwakilan 10 kab/kota Propinsi Maluku Utara di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Perhelatan/Pertunjukan Seni Budaya dan Launching Rumah Marimoi Maluku Utara beranggotakan pelajar mahasiswa ini, adalah Persembahan Karya Anak Bangsa yang patut diapresiasi dan dikembangkan kedepan, dalam mewujudkan kreativitas dan inovasi di bidang seni budaya bangsa dari para pemuda pejuang bangsa masa kini itu,” ujar Ketua Dewan Pembina Komunitas Pemuda Seni Budaya Rumah Marimoi Maluku Utara-Yogyakarta, Muhammad Ali Yusuf Rasyid, atau disapa Ko ALI dalam keterangan, Rabu (26/2/2024).

Ia mengungkapkan bahwa seni budaya menjadi alat pemersatu Bangsa. Perlu semangat yang sama untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya setiap daerah sehingga menjadi warna tersendiri dalam kekayaan bangsa yang besar.
Ia pun mengapresiasi para mahasiswa yang tergerak untuk melestarikan budaya Maluku Utara dan mengenalkannya pada warga Jogja khususnya dan seluruh pelosok Nusantara (Indonesia) umumnya. Menurutnya ini menjadi langkah awal yang baik bagi para generasi muda untuk tergerak melestarikan seni budaya.
“KAMI juga ucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan DIY dan Kepala UPT Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang siap berkolaborasi bersama anak bangsa, dalam pengembangan karakter bangsa di bidang seni budaya, yang pada peresmian komunitas pemuda ini ikut melantik kepengurusan Komunitas Seni Budaya Rumah Marimoi Maluku Utara-Yogyakarta,” ujarnya.
Harapannya kedepan akan lahir talenta-talenta muda baru yang profesional di bidang seni budaya misal profesional tari, pujangga, pemeran artis/aktris theater, film, penyanyi, band musik, MC, komedian (stand up comedi), dll untuk dapat berkolaborasi mengisi kebutuhan agenda pertunjukan seni (entertainment) maupun melengkapi permintaan penyelenggaraan pariwisata yang dipadukan dengan seni budaya di wilayah DIY yang sangat tinggi tiap tahunnya.
Ketua Dewan Pengurus Komunitas Rumah Marimoi Irfan Ahmad atau disapa Kapita Fando, mengungkapkan di tahun 2024 ini, pihaknya bakal menggelar Festival Maluku Utara 2024. Dalam festival ini para pelajar mahasiswa akan menampilkan sederet budaya khas Maluku Utara, juga kolaborasi dengan berbagai propinsi lainnya yang ada di DIY.

“Kami ajak teman-teman dari Maluku Utara untuk bergabung dalam komunitas ini. Festival Maluku Utara 2024 Jogjakarta yang akan digelar akhir tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa komunitas tersebut merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang Event Organizer (EO) serta pertunjukan seni budaya. Pihaknya berharap komunitas bisa menampung minat dan bakat generasi muda dari Maluku Utara yang saat ini ada di Jogja.











