Aula Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro Dibanjiri Penonton, Saksikan Gelaran Wayang Kulit Lakon ‘Raden Setija Winisuda’ oleh Dalang Cilik Ki Anom Dwi Prasetiya

Guna memulai pagelaran wayang kulit, Suster M. Christera OSF secara simbolis menyerahkan tokoh wayang Raden Setija pada dalang cilik Ki Anom Dwi Prasetiya, di Aula Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro, Kulon Progo. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

bernasnews — Dalam Rangka Persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-93 SD Marsudirini Boro dan HUT Ke-90 Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro diselenggarakan Misa Ekaristi dipimpin oleh Romo Subyantara Putra Perdana, Pr, bertempat di Aula Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji, Boro, Kulon Progo, Selasa pagi (20/2/2024).

Sebelum acara ibadah dipentaskan musik kulintang dari anak- anak panti asuhan putri, pentas angklung anak-anak TK,  dengan menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ dan ‘Disini Ada Cinta’. Sementara dalam pesannya Romo Subyantara Pr mengharapkan, agar para generasi emas pada 21 tahun mendatang dapat menjadi generasi pemimpin yang cerdas dan berbudaya.

Usai perayaan Misa dilanjutkan dengan pagelaran Wayang Kulit, dengan lakon ‘Raden Setija Winisuda’ oleh Ki Filipus Benito Anom Dwi Prasetiya, siswa klas 6 SD Marsudirini Boro, di Aula setempat.

Dalam sambutannya, Suster M. Christera OSF selaku Pimpinan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro yang juga selaku Koordinator Sekolah Marsudirini Boro mengungkapkan, bahwa untuk menjadikan genenasi emas perlu landasan iman yang kuat. Memiliki prestasi dan berbudaya yang baik.

“Dan tentunya para pelaku pendidikan harus seiya sekata mempererat para anak didiknya, dengan hati yang tulus. Dalam kesempatan yang baik ini, kami juga menghaturkan terima kasih kepada para donatur setia. Puji Tuhan tak henti-hentinya selalu membantu kami dalam berkarya untuk Tuhan,” ucap Suster Christera OSF.

Dalang Cilik Ki Filipus Benito Anom Dwi Prasetiya, siswa klas 6 SD Marsudirini Boro saat unjuk kebolehan pentaskan wayang dengan lakon ‘Raden Setija Winisuda’. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

Dalang cilik Ki Filipus Benito Anom Dwi Prasetiya, siswa klas 6 SD Marsudirini Boro yang lahir tanggal 23 Agustus 2011, merupakan putra kedua pasangan dari Bapak Agustinus Wintono dan Ibu Rita Sri Mahanani. Lakon Raden Setija Winisuda yang dipentaskan mendapat perhatian dari para penonton yang memenuhi Aula.

Dalam cerita dibeberkan, bahwa Kerajaan Dwarawati adalah kerajaan yang aman dan damai, namun tiba-tiba ada ancaman dari Prabu Bomantoro dari Kerajaan Surateleng. Bala tentara Kerajaan Dwarawati kalah melawan pasukan dari Kerajaan Surateleng.

Sementara di tempat lain di Sumur Jala Tundha Khayangan, Raden Setija yang sudah tumbuh dewasa menanyakan pada ibunya yang bernama Dewi Pertiwi, siapakah sebenarnya ayahnya karena selama ini merasa hanya bersama ibu dan kakeknya Syang Hyang Naga Raja.

Lantaran Raden Setija ingin tetap mencari ayahandanya maka Syang Hyang Naga Raja menjelaskan, bahwa Raden Setija adalah putra dari Raja Dwarawati yaitu Prabu Kresna. Mendengar itu semua Raden Setijo bermaksud mencari Prabu Kresna di Kerajaan Dwarawati, maka atas saran Ibu Pertiwi disuruhlah ia mengajak Lurah Semar dan anaknya.

Suasana pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Radin Setija Winisuda’, di Aula Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji, Boro, Kulon Progo. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

Sesampai di Kerajaan Dwarawati dan ketemu dengan Prabu Kresna. Setelah Prabu Setija menyampaikan maksudnya, Prabu Kresna bersedia menerima mengakui sebagai anak kalau bisa mengalahkan musuhnya dari Kerajaan Surateleng yang bernama Prabu Bomantoro. Raden Setija pun menyanggupi untuk bersedia melawan tentara dari Surateleng. Dan setelah peperangan akhirnya Prabu Bomantara bisa dikalahkan dan binasa di tangannya.

Akhirnya Raden Setijo diakui sebagai putra Prabu Kresna dan diangkat atau diwisuda menjadi raja, bergelar Prabu Setija di Kerajaan Surateleng, yang kemudian diganti nama menjadi Kerajaan Trajutresna. Demikian akhir cerita ‘Raden Setija Winisuda’, yang dimainkan dengan tangkas dan suara menggelegar atau istilah pewayangan sabetan dan antawacana dari Ki Dalang Anom Dwi Prasetiya.

Seorang dalang cilik siswa dari SD Marsudirini Boro yang berbakat dan telah sarat dengan prestasi sebagai dalang cilik Juara 4 pada tahun 2020; Juara 2, tahun 2021, serta Juara Pertama, tahun 2023, tingkat se-Kabupaten Kulon Progo. (zbd)