bernasnews — Jogja sebentar lagi akan ada peristiwa budaya yang bisa disebut jarang diselenggarakan dan juga jarang disaksikan oleh Masyarakat. Peristiwa budaya itu adalah gelaran Dhaup Ageng, yang dilaksanakan oleh Pura Kadipaten Pakualaman Yogyakarta, pada tanggal 7 Januari hingga 11 Januari 2024.
Dhaup Ageng bertema ‘Manifestasi Kecerdasan Bathara Indra’ ini merupakan perhelatan pernikahan BPH. Kusumo Kuntonugroho, S.P., M.Eng (RM. Bhismo Srenggoro Kunto Nugoho), putera ke-2 KGPAA. Paku Alam X dan GKBRAA . Paku Alam dengan dr. Laily Annisa Kusumastuti, puteri dr. Tri Prabowo, M.Kes., Sp. PD, FINASIM dan (Alm) dr. Wijayatun Handrimastuti.
Disebut Dhaup Ageng karena mengikuti tadisi kerajaan yang tidak dapat disaksikan setiap saat oleh masyarakat. Karakteristiknya memancarkan aura kebesaran dan keagungan, dengan mengikuti tata cara yang berlaku di istana Pakualaman. Peristiwa prosesi pernikahannya sendiri diselenggarakan di Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, Pura Pakualaman Yogyakarta.
Berikut tata cara dan tata laksana acara Dhaup Ageng, sebelum acara inti atau kegiatan-kegiatan yang lebih pada prosesi persiapan. Diawali dengan rangkaian kegiatan Wilujengan berupa prosesi Bucalan yakni menolak balak, kemudian Wilujengan atau memohon keselamatan kepada Tuhan Sang Maha Bijaksana.
Kemudian dilanjut dengan prosesi ziarah ke makam leluhur Paku Alam, di Kagungan Dalem (KD) Astana Kotagede dan KD Astana Giriganda, Kulon Progo. Dan disempurnakan dengan Doa Bersama, di KD Masjid Agung, KD Masjid Trayu, KD Masjid Sunyaragi, KD Masjid Giriganda dan KD Masjid Wates.
Prosesi Dhaup Ageng berikutnya lebih pada kegiatan persiapan yakni Pasang Tarub, Majang, dan Blekepe yang dilakukan pada hari Minggu, 7 Januari 2024. Pemasangan Tarub di Tratag KD Bangsal Sewatama, Tratag KD Kepel, KD Regol Danawara, KD Pawon Ageng, dan Tratag KD Bangsal Kepatihan.
Bleketepe dipasang di Tratag KD Bangsal Sewatama (dari barat ke timur). Adapun Majang dilaksanakan di KD Gedhong Ijem (Kamar Calon Pengantin Laki-Laki), KD Gedhong Purwaretna (papan upacara tampakaya), KD Kepatihan Gandhok Wetan (Kamar Calon Pengantin Putri).
Tarub merupakan hiasan dari janur kuning, dengan kelengkapan daun-daunan tertentu yang bermakna filosofi serta tandan pisang raja. Dipasang di kiri kanan tratag dan pintu gapura rumah atau tempat tinggal yang mempunyai hajat. Bleketepe adalah berupa lembaran anyaman janur beserta tangkai pelepahnya. Adapun Majang adalah rangkaian hiasan bunga-bungaan.
Prosesi Dhaup Agnng berikutnya adalah Nyengker, Siraman Calon Pengantin Putri, Siraman Calon Pengantin Kakung (Putra), Tantingan, Midodareni, dan Tuguran, pada hari Senin, 8 Januari dan Selasa, 9 Januari 2024.
Calon pengantin putri disengker di KD Kepatihan Gandhok Wetan. Nyengker atau‘pingit’ berlaku bagi calon pengantin perempuan sebelum dilaksanakan upacara siraman. Pada acara Nyengker ini diharapkan calon pengantin perempuan semakin dapat menata hati agar mantap dalam menyongsong prosesi pernikahan.
Kemudian esok paginya dilaksanakan Siraman calon pengantin putri di KD Kepatihan Gandhok Wetan dan Siraman calon pengantin kakung dilaksanakan di KD Gedhong Parangkarsa, Selasa pagi, 9 Januari 2024.
Malam harinya pukul 18.30 dilaksanakan Tantingan. Tantingan berasal dari bahasa Jawa tanting bermakna ‘ditanya kemantapan hatinya’. Tantingan untuk calon pengantin putra maupun calon pengantin putri dilakukan pada jam yang sama, di tempat yang berbeda. KD Pracimasana (Calon Pengantin Putra), KD Kepatihan (Calon Pengantin Putri).
Usai Tantingan, calon pengantin putri menyiapkan diri untuk acara Midodareni di KD Bangsal Kepatihan mulai pukul 19:00 WIB. Para sesepuh, kerabat, dan sahabat calon pengantin putri turut menghadiri acara midodareni dengan tujuan mempererat persaudaraan dan membicarakan hal-hal positif sebagai bekal berumah tangga.
Sementara itu, calon pengantin laki-laki menerima tamu yang sebagian besar adalah kerabat dan para sahabat dalam rangka menemani melepas masa lajangnya, yang tinggal semalam dalam acara Tuguran mulai jam 21:00 WIB. (*/ ted)












