Mural ‘Generasi Membara’ Dusun Salehan, Sebuah Pesan untuk Meneruskan Semangat Juang Nasionalisme

Mahasiswa KKNR 8622 UNY 2023 sedang mengerjakan seni mural 'Generasi Membara', di Dusun Salehan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Seni adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Seni tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi diri, tetapi juga sebagai media komunikasi, pendidikan, hiburan, dan pengembangan kreativitas. Seni juga memiliki nilai estetika, etika, dan kebenaran yang dapat memperkaya dan memperdalam pemahaman tentang dunia sekitar.

Salah satunya adalah seni mural yang merupakan salah satu bentuk seni rupa dengan menggunakan media dinding sebagai kanvasnya. Seni mural dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan diri, menyampaikan pesan, atau memperindah lingkungan. Mahasiswa KKN sering kali memanfaatkan seni mural sebagai salah satu program kerja mereka.

Seperti halnya yang dilakukan oleh KKNR 8622 UNY 2023 Dusun Salehan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mereka adalah Rafi Yahya, Annisah Noor Ramadhani, Dasta Ayunistya Aulia, Fairuz Zulfa Munifah, Karenda Parasma Suci Jatmiko, Kurniawan Adi Pangestu, Muhammad Sofyan Wirahadikusumo, Prameswari Nurul Riyanti dan Putri Yufita, menggagas pembuatan mural bertema Sumpah Pemuda di dusun setempat.

Ketua KKN Salehan Rafi Yahya mengatakan, bahwa pada awalnya ide membuat mural itu hanya berdasar obrolan semata. “Kami memaparkan semua program kerja KKN tetapi kegiatan mural ini belum kami paparkan lantaran masih ragu-ragu untuk menyampaikannya. Namun ketika acara kumpulan pemuda kami menyampaikan ide mengenai mural ini dan ternyata responnya positif,” ujar Rafi, dalam keterangan Rabu (29/11/2023).

Lanjut Rafi mengungkapkan, bahwa kemudian mahasiswa KKN berdiskusi bersama para pemuda Salehan tentang tema mural, maka disepakati untuk karya mural mengambil tema Sumpah Pemuda.

Sementara itu, pencetus desain mural Kurniawan Adi Pangestu mengemukakan, bahwa filosofi mural yang dibuatnya adalah ‘Generasi Membara’ agar anak-anak meneruskan semangat juang nasionalisme. “Karena yang muda tidak selamanya muda dan yang anak kecil akan menjadi dewasa, mereka akan tumbuh memuncak,” kata dia.

Proses pembuatan karya mural ‘Generasi Membara’, di Dusun Salehan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Artinya akan ada regenerasi dalam memperingati Sumpah Pemuda. Gambar candi melambangkan posisi dusun yang berada di Kabupaten Magelang yang identik dengan Borobudur. Sedangkan gambar lima anak-anak memegang bendera merah putih itu melambangkan kesatuan dan semangat gotong royong generasi muda dan mencerminkan harapan untuk masa depan yang cerah.

“Diwujudkan melalui kontribusi bersama generasi muda dalam membangun bangsa. Selain itu, simbol bendera merah putih juga menekankan persatuan dan kebangsaan,” terang Kurniawan.

Menurut mahasiswa prodi Pendidikan Kriya Fakultas Bahasa Seni dan Budaya tersebut, rerumputan hijau (area warna hijau) melambangkan keberlanjutan, pertumbuhan, dan keseimbangan dengan alam. “Ini menggambarkan harapan untuk masa depan yang lestari, di mana generasi muda berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sambil memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, penambahan batu-batu di area hijau dengan rerumputan mewakili perjuangan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa,” ujar Kurniawan.

Dalam konteks anak-anak yang memegang bendera di tengah rerumputan, batu-batu tersebut menggambarkan hambatan yang mereka hadapi. Menjadi kokoh dan tegar dalam menghadapi masa depan. “Ini merupakan simbol perjuangan yang membangun karakter dan ketangguhan generasi muda,” pungkasnya. (*/ ted)