bernasnews – Sebanyak lebih dari 1.000 penari perempuan dari 4 kabupaten dan Kota di Yogyakarta meriahkan pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2023 yang digelar pada Mnggu (24/9/2023). Dengan mengenakan pakaian khas petani sambil membawa kentongan, para penari itu menarikan tarian dengan kompak untuk membuka FKY 2023 yang digelar di Waduk Sermo, Kulon Progo.
Bukan tanpa alasan, kostum ala petani tersebut dipilih lantaran pembukaan FKY ini juga diselenggarakan bertepatan dengan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2023. Selaras dengan berkaitan hari tani, kali ini pagelaran kebudayaan tahunan di Yogyakarta ini mengusung tema besar ‘Ketahanan Pangan’ dengan judul Kembul Mumbul.
“Ini merupakan penyelenggaraan ke 34 FKY dan ini telah memperluas cakupan dan peran sebagai ruang gerak kebudayaan,” ungkap Ketua Tim elaksana FKY 2023, BM Anggana.
Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Dian Lakshmi Pratiwi membeberkan bahwa FKY ini menjadi suatu wadah pengembangan budaya. Ini juga menjadi sebuah ruang kolaborasi yang diciptakan untuk pengembangan budaya dan bukan hanya untuk festival hingar bingar semata.
“Ajang ini bukan sekedar ajang festive atau pesta pora namun juga suatu pergerakan budaya dan ajang apresiasi hasil kerja budaya terus berkembang sebagai wujud partisipasi kita sebagai manusia,” ujarnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkapkan bahwa ada makna besar yang diusung dalam judul FKY Kembul Mumbul kali ini dengan tema ketahanan pangan. Menurutnya, arti mendalam dari hal ini juga tak leps dari kegiatan kebudayaan di masyarakat Yogykarta.
“Dalam konteks Kembul Mumbul ini ketahanan pangan tidak sekedar ketersediaan, keterjangkauan, kegunaan dan kestabilan pangan. Ia adalah ungkapan cinta kita pada budaya dan kesadaran bahwa ketahanan pangan adalah akar dari identitas kita sebagai masyarakat Yogyakarta,” ujarnya.
PIhaknya pun mengajak masyarakat khususnya warga Yogyakarta senantiasa melestarikan budaya dan berbagi kenikmatan dengan seluruh dunia serta meresapi harmoni budaya di ajang FKY ini.
“Tersirat pula harapan bahwa apa yang disajikan dalam FKY episode ini bukan hanya tentang kenikmatan rasa tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang makanan tradisional yang sehat dan menyehatkan,” pungkasnya.












