News  

Redaksi Maligu Berkunjung ke DPK Sleman : Pentingnya Kesadaran Membaca  

Redaksi Maligu menyerahkan media NAGARI kepada Kepala DPK Kabupatan Sleman Dra. Sri Wantini, M.Pd, Kamis (14/9/2023). (Foto :Humas DPK Sleman)

bernasnewas – Sebagai upaya merawat komitmen pentingnya perpustakaan dan membaca bagi siapa saja, Redaksi Majalah LITERASI GURU (Maligu) mengadakan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman. Kunjungan berkenaan Hari Kunjung Perpustakaan, Kamis (14/9/2023) siang. Rombongan yang dipimpin Susy Ernawati, M.Pd. ini diteriima oleh Kepala DPK Kabupaten Sleman Dra. Sri Wantini, M.Pd.

Sri Wantini menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan lembaga ini. Momentum Hari Kunjung Perpustakaan, kata dia, penting diperingati sebagai upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melalui DPK untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan tidak henti-hentinya untuk selalu mengembangkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat.   

Pada kesempatan ini diserahkan beberapa edisi Maligu dan NAGARI. Redaksi Maligu telah bekerjasama dengan bernasnews Digital Academy (bDA) dalam upaya pengembangan gerakan literasi masyarakat, keluarga dan sekolah.  

Literasi multimedia Bahasa Jawa

Sebelumnya secara terpisah, Redaksi Maligu menyelenggarakan agenda Maligu Dialog #1 bertema Literasi Multimedia Bahasa Jawa di SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta, Jumat (8/9). Tampil sebagai narasumber Manager Produksi Maligu Drs. Praba Pangripta dan pemantik pegiat litearsi Y.B. Margantoro.

Hadir pada kesempatan ini Kepala SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta Suwarti, SPd. dan tim Maligu Susy Ernawati, MPd., Yoseph Nai Helly, M.A., Atun Pratiwi, M.PdK., Dra. Bernadetta Herry Riyantini, Dewi Istiqomah, S.Pd. dan Iin Nurlistryani, S.Pd. 

Praba Pangripta mengemukakan, dia menciptakan karya media sosial tik tok wayang berbahasa Jawa karena prihatin terhadap kaum milenial yang semakin terasing dengan Bahasa Jawa. Keprihatinan itu perlu disikapi dengan tindakan nyata. Untuk itu, diciptakan tik tok berbahasa Jawa sebagai upaya melestarikan Bahasa Jawa.

“Kekayaan kosa kata dalam Bahasa Jawa melalui perangkat digital perlu diketahui generasi mendatang. Dengan karya ini, diharapkan kaum muda kita akan mencintai produk budaya wayang punakawan : Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Sekaligus mengasah kepekaan humor atau sense of humor mereka,” kata dia.

Selanjutnya Praba menjelaskan proses penciptaan medsos tik tok wayang punakawan itu berdasar referensi dan studi pustaka (internet, koran online, dan newspeg); materi berupa image, record voice offer/dubbing, text, dan ilustrasi musik; Pasca produksi : animation, montage, rendering dan convert. (mar)