bernasnews – Agar warga lebih bisa memahami dan mengerti pentingnya rumah sehat yang nyaman dihuni untuk keluarga. Tentunya harus ada ventilasi agar cahaya bisa masuk dan ada udara yang bisa bergantian masuk keluar.
“Ada sanitasi yang baik untuk pembuangan air yang lancar. Memiliki dinding yang kokoh, lantai rumah yang kedap air. Juga ada tempat pembuatangan sampah dan yang sudah dipilah-pilah, serta penataan ruangan yang sehat,” kata Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP, saat membuka kegiatan Workshop Rumah Sehat Rumah Layak Huni, di Pendapa Mandira Loka Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Kamis (14/9/2023).
Kegiatan yang dihadiri oleh Lurah Panembahan, Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Panembahan, Pokja 3 TP PKK Kelurahan Panembahan, serta Kelua Kelompok PKK RW 1 hingga RW 18 Kelurahan Panembahan. Menghadirkan nara sumber Dwi Cahyo Suyamiwati selaku Pokja 3 TP PKK Kelurahan Panembahan dan Priscilia Thea Novena, seorang Psikolog Muda.
Dalam kesempatan pertama sebagai narasumber, Dwi Cahyo Suyamiwati menambahkan, bahwa rumah sehat rumah layak huni juga berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Menurut Dwi, dalam pengasuhan dapat menciptakan lingkungan yang aman, anak dalam bermain harus didampingi dan dipastikan anak terhindar dari bahaya-bahaya. Misal, benda tajam, listrik dan lain-lain.
“Rumah bisa menciptakan lingkungan belajar yang positif. Anak bisa memiliki harapan yang realistis dan merawat diri bersama orang tua,” kata dia.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Panembahan Siti Masithoh memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lurah Panembahan beserta jajarannya, yang telah menginisiasi kegiatan Workshop Rumah Sehat Rumah Layak Huni. “Narasumbernya bagus-bagus, Ibu Dwi sudah terbiasa di bidangnya Pokja 3 menangani, mendata, mensurvai langsung keadaan rumah-rumah di Kelurahan panembahan,” ungkap dia.
“Sedangkan materi rumah sehat untuk tumbuh kembang anak, nara sumbernya seorang Psikolog muda yang berputera dua dan masih kecil, sehingga yang diterangkan banyak mengambil contoh sehari–hari yang terjadi dalam mengajarkan banyak hal pada anak-anaknya. Sehingga kami lebih cepat menangkap ilmunya,” pungkasnya. (ted)












