Maestro Tari Didik Nini Thowok Terima Rekor MURI Sebagai Seniman Tari Cross Gender Pertama di Indonesia

Didik Prayitno, S,ST atau yang dikenal dengan sapaan Didik Nini Thowok saat menerima Rekor MURI. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Maestro tari dan Budayawan dari Jogja, Didik Prayitno, S,ST atau yang dikenal dengan sapaan Didik Nini Thowok bersama 22 insan pelaku dan pionir di bidang ekonomi kreatif mendapatkan penghargaan Rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). Didik Nini Thowok mendapat penghargaan sebagai Seniman Tari Cross Gender Pertama di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif H. Salahudin Uno, didampingi Jaya Suprana dan Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono, bertempat di Auditorium Sapta Pesona Menparekraf, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

“Sungguh surprise, kaget dan tentunya happy. Nggak menduga profesi yang saya geluti selama ini mendapat perhatian dari Rekor MURI dan Menparekraf RI. Terima kasih atas penghargaan ini,” terang Didik Ninik Thowok, saat dihubungi melalaui whatsapp oleh bernasnews, Rabu malam (31/5/2023).

Dikatakan,  bahwa ia mengenal tari cross gender sedari kecil dan mulai mefokuskan jenis tarian ini saat melanjutkan sekolah di Akademi Seni Tari Indonesia (kini melebur menjadi ISI Jogja), pada tahun 1974. “Sejatinya seniman tari cross gender itu banyak di Indonesia namun yang menekuni hingga puluhan tahun mungkin hanya saya,” ujar Didik,

Empu tari yang humbel itu juga menjelaskan, bahwa tari cross gender merupakan penari perempuan membawakan tarian yang seharusnya dibawakan oleh pria dan sebaliknya penari pria membawakan tarian perempuan. “Selain pergantian peran, tarian yang dibawakan masih membawa pakem-pakem (aturan) aslinya untuk dipatuhi oleh para penari,” terang Didik.

“Ada yang bilang cross gender, transgender dan sebagainya. Hanya kalau transgender mungkin lebih pada ke arah seksual dalam arti operasi plastik untuk ganti kelamin. Cross gender tidak harus sejauh itu dalam konsteks seni pertunjukan,” tandasnya.

Seperti diketahui salah satu karya tari Didik Nini Thowok yang fenomenal terkait tarian cross gender adalah tari Pancasari. Tarian yang diciptakannya pada tahun 1980 ini menampilkan beberapa karakter dengan memakai topeng. Kalau di Bali mirip gelaran Topeng Pajegan. Sementara tari Pancasari merupakan lima karakter yang menceritakan keragaman tari di Indonesia, seperti tari tradisional, komedi, tari pengaruh budaya China. India dan budaya barat. (ted)