bernasnews – Labuhan Merapi merupakan tradisi yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta. Labuhan Merapi ini sendiri rutin diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja Keraton Yogyakarta.
Sebagai salah satu keterlibatan dalam nguri-nguri tradisi tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang menerima uba rampe (perlengkapan) Labuhan Merapi dari utusan Sri Sultan Hamengkubuwono X menyerahkannya kepada juru kunci Merapi Wedana Suraksohargo Asihono.
Prosesi serah terima uba rampe Labuhan Merapi tersebut dilakukan di kantor Kapanewon Cangkringan, Selasa (21/1). Adapun uba rampe tersebut diantaranya terdiri dari Sinjang Kawung Kemplang, Semekan Gadhung, Semekan Gadhung Mlati, Kampuh Paleng, Destar Daramuluk, Destar Udaraga dan Arta Tindhih dan lainnya.
Uba rampe tersebut selanjutnya dibawa ke petilasan Mbah Maridjan yang berada di Kalurahan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, dan akan dibawa ke Sri Manganti yang berada di gunung Merapi untuk prosesi Labuhan pada Rabu (22/1) dini hari besok.
Kustini menyambut baik pelaksanaan tradisi labuhan Merapi ini. Menurutnya, Labuhan Merapi ini tak hanya sekadar tradisi melainkan juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang telah diberikan.
“Acara ini juga menunjukkan sikap gotong royong, guyub rukun, dan golong gilig di masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kustini juga merasa bangga dengan antusiasme masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini. Antusiasme ini menunjukkan bahwa masih tingginya rasa handarbeni terhadap budaya dan tradisi lokal di tengah gempuran budaya asing.












