bernasnews – Kesenian wayang kulit telah diakui oleh UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan indah dan berharga atau disebut Masterpice of Oral and Intangible Heritage of Humanity, tepatnya pada tanggal 7 November 2003.
Namun yang sangat disayangkan adalah perkembangan kesenian wayang kulit di kalangan generasi kekinian generasi milenial bisa dikatakan stagnan lantaran tergerus oleh produk seni dan budaya global. Wayang sebagai media untuk menyampaikan ajaran-ajaran leluhur bisa semakin luntur keberadaannya.
Salah satu cara agar generasi kekinian dapat kembali mencintai wayang, adalah dengan menjadikan anak-anak menjadi subyek yang terlibat dalam pembuatan wayang sesuai jaman dan imajinasi kekinian yang dimiliki. Hal inilah yang dilakukan oleh Institut Sangkerta, dengan membuat Workshop, dengan materi membuat, memainkan dan memamerkan Wayang Milehnium Junior, bertempat di Aula 77, Jalan Arjuno Perum Kasongan Permai, Bantul, DIY, tanggal 2 – 3 Desember 2022.
Workshop Wayang Milehnium Junior tersebut diikuti oleh 16 anak-anak berusia 4 – 15tahun. Juga sejumlah remaja serta mahasiswa dari ISI Jogja, UIN Sunan Kalijaga, ATK, DKV MSD, dan Universitas Terbuka total sebanyak 11 orang.
“Wayang Milehnium Junior terbuat dari bahan plat alumunium yang anti karat, ringan, tahan segala cuaca, tidak menggores dan fleksibel bisa dipentaskan di mana saja,” terang Ki Mujar Sangkerta, kepada bernasnews beberapa waktu lalu.
Lanjut dia menjelaskan, perform atau pertunjukkan bisa di alam terbuka, di kubangan lumpur, di sawah, bantaran sungai, jalan raya atau pun di gedung-gedung mewah bisa tampil maksimal serta dapat memukau penonton. Jika digetarkan bersama-sama menimbulkan suara yang nyaring menggelegar seperti gemuruh badai guntur.
“Sehingga tanpa iringan gamelan atau musik pertunjukkan pun tetap mempesona penonton. Ini merupakan upaya regenerasi melahirkan karya-karya baru Wayang Milehnium Wae, dengan karakter khas anak muda milenial kekinian,” ujar dalang, yang juga budayawan.
Saat bernasnews menanyakan perbedaan antara Wayang Milehnium Wae dengan Wayang Milehnium Junior, alumnus ISI Jogja ini menjelaskan, bahwa Wayang Milehnium Wae adalah karya-karya dia (Ki Mujar Sangkerta) sendiri, dengan karakter berdasar tematik yang akan dimainkan.
“Sementara, Wayang Milehnium Junior karakternya lebih milenial sesuai dengan selera kekinian. Pembuatnya adalah anak-anak generasi milenial saat ini. Karya wayang anak-anak ini kami pamerkan di Halaman Gedung TBY, tanggal 17 Desember 2022, hanya sehari saja,” pungkasnya. (ted)












