bernasnews – Ada yang berbeda dari suasana di dalam kereta api yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Tampak sejumlah orang berdiri membacakan puisi di dalam kereta api mengiringi perjalanan tersebut.
Rupanya kegiatan tersebut merupakan salah satu terobosan baru dilakukan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta dalam merayakan sastra. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sastrawan diajak berpuisi di dalam kereta bandara, Sabtu, 12 November 2022. Sejumlah sastrawan beraksi diantaranya Joko Pinurbo, Sekar Sari, dan Rendra Bagus Pamungkas secara bergantian. Sejumlah puisi Joko Pinurbo dibacakan, termasuk yang berjudul “Jogja Berhati Nyam-Nyam”.
Tidak hanya membaca puisi, ada pula penampilan pantomim dari 10 orang anggota Rumah Pantomim Yogyakarta. Mereka mengenakan kaos putih bertuliskan bait-bait puisi Joko Pinurbo. Aksi serupa kembali dilakukan dalam perjalanan kereta bandara dari YIA menuju kembali ke Stasiun Tugu yang berangkat pukul 13.10 WIB.
Selama kurang lebih 40 menit perjalanan kereta bandara, penumpang disuguhi hiburan puisi dan aksi pantomim. Sejumlah penumpang terlihat antusias dan ikut mengabadikan aksi baca puisi dan pantomim tersebut.
Terobosan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Yogyakarta yang berlangsung sejak 6 hingga 13 November dengan tajuk Gerbong Sastra. Aksi ini sekaligus menandai penutupan Festival Sastra Yogyakarta 2022.
Di hari terakhir agenda Festival Sastra Yogyakarta, masih berlangsung kegiatan Workshop Menulis yang diisi oleh penulis Iqbal Aji Daryono dan pameran sastra Jawa berupa manuskrip, mesin tik, dan lain-lain di Gramedia Sudirman Yogyakarta.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti, menyampaikan bahwa sastra bisa dirayakan di mana saja, termasuk di dalam kereta. Gerbong Sastra ini menjadi upaya pihaknya untuk menggemakan sastra di ruang-ruang publik.
Sementara itu, Joko Pinurbo mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Festival Sastra Yogyakarta.
“Ada suasana intim guyub, antara pengisi dan penonton. Serta acara diselenggarakan di ruang publik bisa dinikmati masyarakat luas, tidak hanya kalangan seni sastra tapi umum,” jelasnya.











