Penjernih Air Portable Karya Mahasiswa KKN UNY, Begini Cara Membuatnya

Penjernih air prtable karya Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) K2022-3306-8, di Desa Andong, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: Kiriman Humas UNY)

bernasnews — Air bersih sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok manusia selain makanan dan busana, serta tempat tinggal. Sebab kandungan air pada tubuh manusia adalah berkisar 60-70 persen dari berat badan.

Air sangat penting bagi organ-organ tubuh untuk dapat berfungsi dengan baik. Apabila tubuh kekurangan cairan (air) agar tetap terjaga kadar airnya, maka tubuh secara otomatis akan mencari jalan mengambil sumber air dari organ tubuh sendiri antara lain darah sehingga akan menyebabkan penyakit.

Pengadaan air bersih yang telah menjadi kebutuhan pokok tersebut, menjadi perhatian kelompok Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) K2022-3306-8, di Desa Andong, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) K2022-3306-8, di Desa Andong, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Mahasiswa KKN UNY yang terdiri dari Roidul Khanan prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Estu Panduaji Wijaya prodi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik, serta Winda Pramudya Wati prodi Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Seni, membuat alat penjernih air sederhana dari paralon dan bahan alami yang mudah didapat di sekitar.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan alat penjernih air ini adalah paralon, pasir silika, spons aquadine, mangan zeolite, kawat kassa dan karbon aktif. Mangan zeolit berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mangandioksida yang tak larut dalam air.

“Sedangkan fungsi pasir silika adalah untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air minum atau air tanah atau air PDAM atau air gunung pada industri pengolahan air,” terang Estu Panduaji Wijaya, saat ditemui di Kampus UNY.

Proses pengisian bahan-bahan alami pada pralon guna media penyaringan air. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Dikatakan, bahan lainnya yang digunakan adalah karbon aktif yang berfungsi untuk menghilangkan polutan mikro. Misalnya, zat organik, bau, serta menghilangkan kandungan besi (Fe), menghilangkan sedikit mangan (Mn) dan warna kuning pada air tanah atau sumber air lainnya. Dalam proses penyaringan karbon aktif terjadi proses absorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif.

“Apabila seluruh permukaan karbon aktif sudah jenuh, atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka harus diganti dengan karbon aktif yang baru. Spons berfungsi untuk menyerap endapan-endapan air yang membuat warna air menjadi keruh,” ungkap dia.

Lanjut Estu menjelaskan, proses perakitannya pada paralon utama terdiri dari pasir silika, spons aquadine, mangan zeolite, dan pasir silika lagi. Sedangkan pada paralon kedua yang berukuran lebih kecil diisi dengan karbon aktif dan spons aquadine. “Air dituangkan pada paralon utama, setelah disaring akan masuk paralon kedua dan air hasil sulingan dapat digunakan,” kata dia.

Bentuk alat penjernih air portable karya Mahasiswa KKN UNY setelah dirangkai sedemikian rupa. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Roidul Khanan menambahkan, bahwa pada teknik pengolahan air, teknik filtrasi atau penyaringan adalah teknik pengolahan air yang diterapkan. Dengan bantuan media filter seperti pasir misalnya pasir silika, antrasit, senyawa kimia atau mineral seperti kapur, zeolit, karbon aktif, resin, ion exchange, membran, biofilter atau teknik filtrasi lainnya.

“Oleh karenanya perlu dibuat alat pengolahan air portableyang murah dan dengan mudah dioperasikan serta dapat dipindahkan ke tempat yang lain dengan harapan dapat membantu masyarakat mendapat air bersih dengan mutu yang layak,” bebernya.

Sementara menurut Winda Pramudya Wati, air hasil proses filtrasi tidak berasa, berbau, dan berwarna sehingga layak untuk dimanfaatkan masyarakat seperti untuk mandi dan mencuci. “Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat alat filtrasi air mudah didapatkan, pembuatannya mudah dan murah, dan perawatan tidak susah,” kata dia. (ted)