SBP Tembi: Banyuwangi dalam Esai dan Fotografi

Novi Indrastuti yang akan tampil di SBP 134, Tembi Rumah Budaya, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (5/11/2022). Foto: Istimewa.

bernasnews – Sastra Bulan Purnama (SBP) Tembi Rumah Budaya edisi 134 siap meluncurkan sebuah buku yang memadukan esai dan fotografi, yang dilengkapi pertunjukan sastra yakni pembacaan puisi. Karya kreasi ini akan ditampilkan rumah budaya tersebut, Jalan Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (5/11/2022) pukul 15:00 WIB.

Buku esai fotografi tersebut diberi judul Banyuwangi: Ratna Mustika di Penghujung Timur Jawa karya Novi Indrastuti dan Harno Dwi Pranowo. Novi sehari-harinya sebagai pengajar di Jurusan Sastra Indonesa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM)Yogyakarta, dan Harno Dwi Pranowo pengajar di Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Peluncuran buku karya Novi Indrastuti ini akan diisi pembacaan puisi dari Kagama Poetry Reading yang dipimpin oleh Novi. Sejumlah alumni UGM dari berbagai tahun dan jurusan akan membacakan puisi, baik puisi karya sendiri ataupun puisi karya penyair lain. Para alumni yang akan membacakan puisi adalah Achmad Carris Zubair, Armansyah Prasakti, Darwito, Kamal Firdaus, Jaka Marwasta, Mas Yanto Herlianto, Paiman, Risma Nur Rahmawati, Sriyanti S. Sastroprayitno dan Wahjudi Jaya.

Selain pembacaan puisi, peluncuran buku ini juga akan dipadukan dengan peragaan busana rancangan Essy Masita, seorang perancang busana. Para peragawati muda melalui Ardania dkk., akan diarahkan Tosa Santosa selaku penata gaya.

Dua orang tokoh di bidangnya, sejarawan dan pengajar jurusan sejarah di FIB UGM Sri Margono serta fotografer dan pengajar di ISI Yogyakarta Risman Marah akan memberikan testimoni mengenai buku tersebut dari perspektif masing-masing.

Mengenai buku yang ditulisnya, Novi Indrastuti mengatakan, melalui buku esai fotografi ini diharapkan dapat menimbulkan perhatian (attention), menimbulkan ketertarikan (interest), dan membangkitkan keinginan atau hasrat (desire) dalam diri pembaca sehingga akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan (action) menuju ke destinasi  wisata yang sesuai dengan keinginan, selera, dan kebutuhannya masing-masing. 

Harno Dwi Pranowo mengatakan, selain keindahan alam yang memikat di Banyuwangi, ada lagi jenis wisata yang menarik di bumi Blambangan ini, yaitu budaya. Tari Gandrung yang mendunia melalui penyelenggaraan festival Gandrung Sewu, makanan khas yang menarik dan ekonik seperti rujak soto, juga batik yang elegan dengan motif Gajah Oling.

Koordinator SBP Ons Untoro mengemukakan, SBP kali ini memberi ruang kolaborasi esai dan fotografi, yang dipadukan pertunjukan sastra dan peragaan busana. Masing-masing akan saling mengisi dan memberi makna terhadap produk kebudayaan. (*/ mar)