Pameran Seni Rupa ‘Artcology River Culture’, Bentuk Kegelisahan Kondisi Sungai Code

Suasana setting atau pemasangan wayang berukuran jumbo Wayang Milehnium Wae, di venue kegiatan Pameran Seni Rupa ‘Artcology River Culture’, bawah Jembatan Fakultas Teknik UGM Wreksodiningrat, Kali Code, Kabupaten Sleman. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Pernah suatu ketika kita memiliki banyak sungai, sungai besar atau bengawan. Namun semua itu telah hilang dan berubah menjadi keranjang sampah raksasa. Ini terjadi karena hilangnya peran masyarakat sebagai penjaga sungai dan juga hilangnya peran sungai itu sendiri sebagai pengemban fungsi ekonomi, sosial dan budaya.

“Berangkat dari keprihatinan di atas, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama melalui ekspresi senirupa,” ungkap Ki Mujar Sangkerta, saat persiapan setting artistic Wayang Milehnium Wae, di bawah Jembatan Fakultas Teknik UGM Wreksodiningrat, Kali Code, Kabupaten Sleman.

Pemasangan wayang berukuran jumbo tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pameran Seni Rupa ‘Artcology River Culture’, yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kunda Kabudayan) Kabupaten Sleman, tanggal 22 – 24 Oktober 2022.

Budayawan dan dalng wayang kekinian itu mengatakan, bahwa pesan dan proses komunikasi dalam setiap hasil karya seni menjadi penting pada saat karya seni mampu mempengaruhi pola pikir dan perilaku penikmatnya secara masal. “Tak terkecuali seni rupa, memiliki peran strategis di dalam masyarakat,” ujar Ki Mujar Sangkerta.

Beragam ide, pemikiran, gagasan yang lahir melalui ranah ekspresi seni selalu mewarnai dinamika masyarakat. Seni rupa juga berperan sebagai penanda semangat zaman, bagaimana hal-hal yang menggejala di setiap era ditandai secara khas melalui ekspresi visual. Seni juga memiliki peran di dalam melihat visi.

“Sebuah tatanan sosial ideal seringkali hanya mampu dilihat oleh orang tertentu, di sinilah seni berfungsi memberikan gambaran yang lebih definitif tentang sebuah visi,” beber Ki Mujar Sangkerta.

Beberapa Wayang Milehnium Junior, karya Fardhi Hasan Anwari (7 tahun), yang merupakan Teman Tuli dari SLB Negeri 1, Kalibayem, Bantul, DIY. (Foto: Istimewa)

Pameran Seni Rupa bertajuk ‘Artcology River Culture’ ini dilaksanakan dalam 3 sesi kegiatan, hari pertama (22/10) berupa Music Opening dan Sastra Mantra, Sambutan-sambutan, Happening Art, Tari Tumandang Gawe, Tari Prau Layar dan Flashmob. Hari ke dua (23/10) kegiatan Melukis on The Spot, Workshop Ecoprint & Sibori, Tari Sekar, Diskusi Seni Rupa, Rintihan, Gejog Lesung, serta Linedance & Demo Memasak oleh Komunitas Pawon Jogan.

Kegiatan pada hari ke tiga (24/10), eksplorasi Wayang Milehnium Wae kolaborasi Mahasiswa Teater ISI Yogyakarta, Worskhop Batik Kaos, Pelukis Difabel, Pertunjukan Wayang Plastik, dan Workshop Wayang Suket. Pada kegiatan hari terakhir ini diberi judul ‘Air Kali Code Mata Air’, sebagai bentuk kegelisahan kondisi Sungai Code Yogyakarta.

“Kami juga memamerkan Wayang Milehnium Junior, karya adik Fardhi Hasan Anwari (7 tahun), yang merupakan Teman Tuli dari SLB Negeri 1, Kalibayem, Bantul. Putra dari Bapak Ridwan Anwari dan Ibu Listtyowati,” pungkas Ki Mujar Sangkerta. (ted)