bernasnews — Jogja sebagai kota budaya selain dari pengaruh keberadaan kraton yang berisi dengan segala ragam seni dan budaya. Juga berbagai seni yang tumbuh dari kehidupan masyarakatnya. Ikon Jogja sebagai kota budaya semakin tampak istimewa, dengan banyaknya berbagai event pertunjukkan.
Berbicara seni pertunjukkan, juga tidak lepas dari hadirnya kelompok-kelompok seni dan teater. Kesenian dalam bentuk teater pernah mengalami kejayaannya pada tahun 1970-1980an. Bahkan banyak sekolah, dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi mempunyai kegiatan teater. Poster-poster pertunjukkan yang dibikin seadanya pun banyak menghias sudut-sudut dinding Kota Yogyakarta.
Teater Alam merupakan salah satu kelompok teater yang hinggi ini masih eksis berkiprah di jagad seni pertunjukkan. Tater Alam besutan Almarhum Azwar AN, telah menapaki usia emasnya atau 50 tahun dari berdirinya pada tanggal 4 Januari 1972. Berbagai agenda kegiatan telah dipersiapkan untuk peringati ’50 tahun Teater Alam’.
Pembukaan kegiatan 50 tahun Teater Alam diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jalan Sriwedani, Kota Yogyakarta, Rabu (12/10/2022). Kegiatan tersebut diisi dengan giat seni antara lain, pementasan Jathilan ‘Sekar Sarawati’, Flashmob 1.000 sapu, paduan suara ‘Gelora Bahana Patra’, Pisungsung Donga, dan sebagainya.
Tampak hadir dalam acara pembukaan Prof Hj. Yudiaryani selaku Ketua Panitia, beserta tokoh-tokoh seni budaya diantaranya Yani Saptohudoyo, Yusman, Merizt Hindra, Untung Basuki, Ki Mujar Sangkerta, dan Roni Azwa AN.
“Kegiatan pertama telah dilaksanakan dalam bentuk workshop, dengan materi penulisan naskah, penyutradaraan, dan keaoran. Kegiatan yang difasilitator oleh para senior Teater Alam, diikuti oleh puluhan pelajar SLATA, bertempat di TBY, Minggu, 9 Oktober 2022 lalu,” terang Nana Azmita AN selaku Ketua Komunitas Teater Alam.
Dikatakan, selain workshop dan acara pembukaan, masih ada 4 agenda acara lainnya yaitu, Seminar ‘Reposisi Teater di Era Disrupsi’, di Sonobudyo, Tanggal 25 Oktober 2022, pukul 09:00 WIB, Ngayogya Mantra, di Concert Hall TBY, Tanggal 27 Oktober 2022, pukul 19:30 WIB, Pameran dan Kuliner, di TBY, Tanggal 13-18 November 2022.
“Pameran dan Kuliner juga diisi dengan workshop industri kreatif. Sedangkan dalam kuliner dihadirkan khuliner khas sebagai ikonnya yakni ‘Lotek Teater Alam’ untuk mengenang Yu Ti. Acara puncaknya berupa Pentas dan Penghargaan, di Concert Hall TBY tanggal 17 November 2022. Acara diisi antara lain fragmen teater dan pemberian penghargaan (award) kepada para tokoh yang telah berjasa kepada Teater Alam,” beber Nana.
Sementara itu salah seorang tokoh budayawan yang hadir, Ki Mujar Sangkerta kepada bernasnews mengungkapkan, betapa hebatnya hingga hari ini Teater Alam masih aktif. “Masing-masing personilnya punya agenda sendiri beraktifitas berkesenian, khususnya main teater meskipun di luar kelompok Teater Alam,” ujarnya.
Dalang Wayang Milinium Wae ini menambahkan, bahwa sepertinya acara 50 tahun Teater Alam menjadi ajang silaturami reuni kangen-kangenan masa lalu para anggota Teater Alam. “Sungguh luar biasa, Ibunda Ani Wongso jauh-jauh datang dari Amerika hanya ingin menghadiri 50 tahun Teater Alam, “ ujar Ki Mujar Sangkerta. (ted)












