BERNASNEWS.COM —
Sebagai seniman atau penggiat seni pertunjukan panggung adanya pandemi Covid-19
dampaknya sangat terasa sekali, bukan hanya berdampak secara ekonomi yang
besifat material namun juga eksistensinya sebagai seniman bidang pertunjukkan.
Hal itu juga dirasakan oleh Muhammad Habib Wicaksono, seniman tari juga selaku Ketua
Sanggar Tari Hokya Traditional Dance
saat mengirimkan video karya tari yang berjudul “Beksan Tunggak Pamungkas”.

“Salah satu upaya kami dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, adalah mengunggah video pagelaran tari yang kebetulan sempat kami buat. Selain untuk memperkenalkan beksan yang kami tarikan juga untuk menunjukkan eksitensi kami sebagai penari,” terang pemilik channel youtube Habib Wicaksana, Jumat (19/6/2020).
Karya video tari “Beksan
Tunggak Pamungkas” merupakan hasil merekam ketika Muhammad Habib Wicaksono
beserta ketiga temannya, Pradhipta Aditama , Yanu Krisdianto dan Farid Nur
Ramadhani menarikan dalam acara Gelar Seni Budaya Artipak Ngidul, Tanggal 13
Februari 2020, di Situs Gunung Gamping, Yogyakarta.

“Ide cerita ini diambil dari sejarah perjuangan Pangeran Mangkubumi dalam
mendirikan kerajaan baru Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat yang kemudian dikenal
dengan nama Yogyakarta,” ungkap Habib. Beksan gagah ini menggambarkan
kegigihan, kegagahan, dan keuletan prajurit Mangkubumi dalam berlatih perang.
Selaku koreografer tarian, adalah Dr. Sunaryadi Maharsiworo, SST, M Sn dan
penata iringan atau gending (gamelan) Sunaryo, STT, M Sn.

Nama Tunggak Pamungkas diambil untuk mengenang sebuah peristiwa pertempuran di daerah Tidar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ketika itu Pangeran Mangkubumi hampir tertangkap musuh. Namun berhasil terselamatkan karena berlindung di belakang tunggak (Bhs Indonesia. tonggak) kayu.
“Tunggak itu kemudian dibentuk menjadi sebuah kendang kecil (ketipung) yang menjadi salah satu pusaka Kraton Yogyakarta yang dinamakan Kanjeng Kyai Meyek,” terang Habib. Untuk menikmati sajian tarian epik perjuangan Pangeran Mangkubumi itu silakan untuk klik link https://youtu.be/XLXMnf9q3bo. “Dan jangan lupa tolong bantu Like, Comment, Share ya,” pungkas Habib Wicaksono. (ted)











