BERNASNEWS.COM —
Pamulangan Dhalang (skolah dhalang) Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat “Habiranda”
menyelenggarakan Pendadaran Siswa Kelas
Madya, Senin (16/12), Selasa (17/12), Rabu (18/12), dan Jumat (20/12), di
Bangsal Pekapalan Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.

Pendadaran atau ujian dhalang diikuti oleh empat siswa angkatan tahun masuk 2017, yaitu , MB Yuda Wahyu Angkasa, SH,MH, Sangadi.,STh. MTh, Poniran, SPd, Parino Darmono. Masing-masing siswa menggelar lampahan (cerita), Alap-alap Surtikanthi, Dewa Katon, Alap-alap Surtikanthi, dan Dewa Katon.
Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridha Mardawa Keraton Yogyakarta Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro, Senin (16/12/2019), dalam sambutan pembukaan pendadaran dhalang tersebut, mengatakan, bahwa sekolah dhalang “Habiranda” ini sebagai tolak ukur bagi para dalang dalam melaksanakan profesinya.
“Dhalang lulusan Habiranda harus sesuai pakem yang sudah ditetapkan
dan dapat sebagai referensi bagi para dalang di Yogyakarta,” terang
Notonegoro.

Sementara itu juri yang menguji dan menilai para siswa
dhalang kelas madya diantaranya, KRT Cermo Praba Prayitna, SE selaku Kepala
Sekolah Dalang Habiranda, Ki Mas Wedana Cermo Sutedjo (Guru dan Dalang
Yogyakarta), Ki Warduji (Dalang dan Pelawak Yogyakarta), Parjoyo, SSn (Dalang
dari Magelang/Pensiunas Guru SMKI), dan Budi Cahyono (Dalang Yogyakarta).

Sebagai penampil malam pertama adalah MB Yuda Wahyu Angkasa, Senin (16/12/2019), menggelar lakon atau lampahan Alap-alap Surtikanthi. Siswa Habiranda yang juga sebagai dosen di Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWM) ini, tampak dengan runtut memaparkan segenap teori-teori pedhalangan yang didapat dengan memadukan kreatifitas dalam memainkan wayang.
Dalam melakukan suluk, tembang, antawacana (pengucapan), dan sabetan atau memainkan wayang pada kelir, Yuda yang juga pegawai Bagian Hukum Lanud Adisutjipto, serta aktif di Ikatan Alumni Fakultas Hukum UWM (IKAFAH) ini sudah terlihat luwes bak seorang dhalang profesional. (nun/ ted)











