bernasnews.com – Pilur Gunungkidul 2026 memasuki babak awal dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti kontestasi pemilihan lurah. Kalurahan Monggol dan Kalurahan Sampang di Kapanewon Saptosari menjadi sorotan setelah mencatat jumlah bakal calon lurah (Bacalur) yang paling banyak dibandingkan sejumlah kalurahan lain yang akan menggelar pemilihan serentak di Kabupaten Gunungkidul.
Kalurahan Monggol bahkan mencetak rekor dengan tujuh bakal calon lurah yang resmi mendaftar hingga penutupan pendaftaran pada Kamis (23/7/2026). Sementara itu, Kalurahan Sampang menerima sembilan berkas pendaftaran resmi dari total 13 warga yang mengambil formulir. Banyaknya figur yang maju diperkirakan membuat persaingan Pilur 2026 di dua kalurahan tersebut berlangsung semakin kompetitif.
Hingga penutupan pendaftaran pada Kamis (23/7/2026), Panitia Pemilihan Lurah Kalurahan Monggol menerima tujuh berkas pendaftaran bakal calon lurah. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dari 31 kalurahan yang akan menggelar Pilur serentak di Kabupaten Gunungkidul.
Carik Kalurahan Monggol, Bayu, membenarkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti kontestasi pemilihan lurah tersebut.
“Ada tujuh orang, yaitu Maryoto, Tukijan, Rahman Dwi Syahputra, Sukamto, Eka Setyaningsih, Sunarto dan Lasio (incumbent),” kata Bayu, Minggu (26/7/2026).
Nama-nama tersebut menghadirkan pertarungan politik yang dipastikan berlangsung ketat. Enam figur tampil sebagai penantang petahana Lasio yang memilih menyerahkan berkas pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran. Langkah incumbent itu sekaligus memastikan persaingan menuju kursi lurah semakin panas.
Namun, seluruh pendaftar belum tentu dapat melaju hingga hari pemungutan suara. Bayu menjelaskan, Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 36 Tahun 2021 membatasi jumlah bakal calon yang berhak mengikuti tahapan berikutnya maksimal lima orang.
Artinya, dua peserta dengan nilai administrasi terendah harus tersingkir dalam proses seleksi. Seleksi administrasi itu menjadi gerbang pertama yang akan menentukan siapa saja lima kandidat yang berhak bertarung memperebutkan kepercayaan masyarakat Monggol.
“Akan kita laksanakan setelah pemeriksaan berkas, Insya Allah 6 September 2026,” ujarnya.
Dengan komposisi enam penantang melawan seorang petahana, kontestasi di Kalurahan Monggol diprediksi menjadi salah satu Pilur paling sengit di Gunungkidul tahun ini. Masing-masing bakal calon diperkirakan akan berlomba menawarkan gagasan, program pembangunan, hingga strategi untuk menarik simpati masyarakat.
Di tengah tingginya tensi politik, Bayu mengajak seluruh warga tetap menjaga suasana kondusif agar pesta demokrasi berlangsung damai. Dia berharap warga Monggol tetap dapat menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas wilayah.
“Jadikan perbedaan untuk mempersatukan persepsi sebab tujuan yang akan diraih adalah untuk Monggol lebih baik delapan tahun ke depan,” katanya.
Ia menegaskan perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi sehingga tidak boleh memecah persaudaraan maupun kebersamaan antarwarga.
Setelah tahapan pendaftaran berakhir, panitia akan melanjutkan proses pemeriksaan berkas, seleksi administrasi pada 6 September 2026, penetapan calon, pengundian nomor urut, hingga masa kampanye sebelum pelaksanaan pemungutan suara.
Sampang Terima Sembilan Berkas Pendaftaran Bacalur
Gelombang antusiasme masyarakat juga terlihat di Kalurahan Sampang. Pilur 2026 di wilayah tersebut menghadirkan persaingan yang tidak kalah menarik setelah banyak warga menunjukkan minat menjadi bakal calon lurah.
Panitia Pemilihan Lurah Sampang mencatat sebanyak 13 orang mengambil formulir pendaftaran hingga Kamis (23/7/2026) pukul 18.00 WIB. Angka itu menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah kepemimpinan kalurahan.
Meski demikian, hingga batas akhir pendataan, baru sembilan orang yang telah mengembalikan berkas pendaftaran secara lengkap dan diterima panitia.
Kesembilan bakal calon tersebut yakni Tugino, Sumardi, Sriyadi, Siswanto, Sutarno, dan Paijo yang berasal dari Padukuhan Pondok, kemudian Sumanto dari Karangasem, Andi Andhari yang berdomisili di Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah, serta Agus Nugroho dari Sengonkerep.
Sementara empat orang lainnya yang telah mengambil formulir belum mengembalikan berkas sesuai jadwal pendataan. Mereka masih memiliki kesempatan mengikuti tahapan berikutnya selama memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan panitia.
Banyaknya figur yang bermunculan memperlihatkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap masa depan Kalurahan Sampang. Pilur tidak sekadar menjadi ajang perebutan jabatan lurah, tetapi juga momentum menentukan arah pembangunan, pelayanan publik, dan kemajuan kalurahan dalam enam tahun mendatang.
Panitia berharap seluruh tahapan berjalan secara transparan, jujur, dan sportif sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan secara bebas tanpa tekanan. Kini perhatian warga tertuju pada proses verifikasi administrasi dan penetapan calon yang akan memastikan siapa saja figur yang benar-benar berhak bertarung dalam Pilur Sampang 2026.
Dengan rekor tujuh bakal calon di Monggol dan sembilan berkas resmi di Sampang, pesta demokrasi tingkat kalurahan di Kapanewon Saptosari dipastikan menjadi salah satu kontestasi paling dinamis di Kabupaten Gunungkidul tahun ini. Persaingan baru saja dimulai, sementara masyarakat menunggu lahirnya pemimpin-pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bagi kalurahannya masing-masing.












