bernasnews – Pemerintah Kabupaten Sleman membuka peluang investasi senilai Rp14,97 miliar untuk mengembangkan Kawasan Penunjang Pariwisata Bokoharjo di Kapanewon Prambanan. Kawasan seluas sekitar 8,1 hektare yang berada di sekitar Exit Tol Bokoharjo itu diproyeksikan menjadi pusat aktivitas wisata, ekonomi kreatif, kuliner, dan perdagangan yang terintegrasi dengan destinasi unggulan Prambanan.
Peluang investasi tersebut dipromosikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman melalui konsep “Invest in Heritage”, yang menggabungkan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal dalam satu kawasan terpadu.
Keberadaan kawasan ini dinilai strategis karena berada di jalur utama Yogyakarta-Solo dan menjadi pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Candi Prambanan, Situs Ratu Boko, hingga Candi Banyunibo. Posisi tersebut membuat Bokoharjo dipandang memiliki prospek besar sebagai simpul baru aktivitas wisata sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Sleman.
Eks Relokasi Pasar Prambanan Disiapkan Jadi Kawasan Terpadu
Berdasarkan proposal investasi yang disusun Pemkab Sleman, kawasan yang ditawarkan berada di lahan eks relokasi Pasar Prambanan seluas sekitar 8,1 hektare.
Lahan tersebut akan dikembangkan menggunakan konsep Transit Multi Function (TMF), yakni kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah wisatawan, tetapi juga menjadi ruang ekonomi, budaya, dan interaksi masyarakat.
Konsep ini dirancang untuk memanfaatkan arus wisatawan yang keluar dari Exit Tol Bokoharjo sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Prambanan dan sekitarnya.
Selain menjadi titik transit, kawasan ini juga diharapkan mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan melalui beragam aktivitas wisata budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang disediakan dalam satu lokasi.
Pasar Kerajinan hingga Eco Riverwalk
Masterplan pengembangan kawasan membagi area investasi ke dalam sejumlah fungsi utama yang saling terhubung. Salah satu fasilitas terbesar adalah Area Komersial dengan luas sekitar 5.022 meter persegi yang disiapkan untuk mendukung aktivitas perdagangan dan investasi sektor swasta.
Di kawasan yang sama akan dibangun Eco Riverwalk seluas 3.540 meter persegi yang memanfaatkan potensi lanskap alami sebagai ruang publik sekaligus jalur wisata berbasis lingkungan.
Fasilitas lain yang menjadi daya tarik adalah Pasar Kerajinan seluas 3.178 meter persegi sebagai etalase produk UMKM dan kerajinan lokal, serta Plaza Kreatif seluas 2.873 meter persegi yang dirancang untuk kegiatan komunitas, pameran, festival budaya, dan pertunjukan seni.
Untuk mendukung sektor kuliner, kawasan ini juga akan memiliki Taman Kuliner seluas 1.547 meter persegi yang ditujukan bagi pelaku usaha makanan dan minuman lokal.
Sementara itu, Amphitheater seluas 1.625 meter persegi akan menjadi ruang pertunjukan terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budaya, seni tradisional, hingga berbagai agenda pariwisata berskala besar.
Seluruh fasilitas tersebut akan dilengkapi area parkir, amenitas pendukung, ruang terbuka hijau, serta jalur pedestrian yang dirancang terhubung satu sama lain.
Bidik Wisatawan Prambanan dan Pengguna Jalan Tol
Keunggulan utama proyek ini terletak pada lokasinya yang berada di koridor wisata Prambanan sekaligus terhubung dengan infrastruktur jalan nasional dan akses tol.
Kondisi tersebut membuat kawasan Bokoharjo tidak hanya mengandalkan wisatawan yang berkunjung ke Prambanan, tetapi juga berpotensi menarik pengguna jalan tol yang melintas di jalur Yogyakarta-Solo.
Pemkab Sleman menilai tren kunjungan wisata ke kawasan Prambanan yang terus meningkat membuka peluang baru bagi investasi di sektor pariwisata, perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Selain itu, kawasan ini telah didukung ekosistem UMKM lokal yang berkembang di Bokoharjo dan sekitarnya, sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pengembangan Kawasan Penunjang Pariwisata Bokoharjo menjadi bagian dari strategi Pemkab Sleman untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar kawasan perkotaan.
Keberadaan pasar kerajinan, ruang kreatif, area komersial, taman kuliner, hingga eco riverwalk dirancang agar kawasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah wisatawan, tetapi juga menjadi destinasi yang memiliki aktivitas ekonomi sepanjang hari.
Melalui proyek senilai Rp14,97 miliar tersebut, pemerintah berharap investor dapat berperan dalam mempercepat pengembangan kawasan sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu tujuan investasi dan pariwisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.












