News  

Peringatan Usia ke-4 Wira Mahakarta Yogyakarta: Nguri uri Kebudayaan Indonesia dengan Seni Pertunjukan

Para anggota Wira Mahakarta foto bersama sebelum acara peringatan HUT ke-4. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews — Wira Mahakarta Yogyakarta memasuki usia ke 4, merupakan salah satu bagian program peminta  seni dan kebudayaan dari Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahakarta DIY, yang semakin  eksis dengan kiprahnya untuk nguri uri melestarikan kebudayaan Indonesia.

Wira Mahakarta beranggotakan kurang lebih 30 orang yang berasal dari  para alumni Menwa Mahakarta yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di DIY dan lintas Yudha mulai Yudha 1 hingga Yudha 25,

Komunitas ini sudah melalang buana di beberapa daerah  bahkan di beberapa  pulau di Indonesia. Sementara seni pertunjukan yang ditampilkan merupakan seni tradisional Nusantara berupa tari klasik tradisional. Juga tarian kreasi modern  ataupun tarian kreasi baru dan tari kerakyatan.

Untuk mewujudkan rasa syukur, Wira Mahakarta menyelenggarakan peringatan HUT ke 4 secara sederhana yang dihadiri oleh para anggota, serta Rully, pelatih; Sawal, manajer, dan Beti, Kasi Seni dan Budaya Alumni Mahakarta Yogyakarta, bertempat di Aula Museum Perjuangan Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

Dalam sambutannya, Kasi Seni dan Budaya Alumni Mahakarta, Beti menyampaikan agar teman – teman tetap bersemangat untuk melestarikan budaya Nusantara. Menurutnya, Wira Mahakarta masih eksis walaupun ada beberapa anggota yang tidak aktif karena kesibukan.

“Saya juga berharap agar teman – teman yang tidak aktif agar tetap bersemangat dan agar semakin maju,” ujar Beti.

Manajer Wira Mahakarta, Sawal sedang memotong Tumpeng Ulang Tahun. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

Sementara itu, mewakili anggota Wira Mahakarta, Sena menyampaikan rasa syukurlantaran bisa bergabung dengan Wira Mahakarta yang merupakan ajang silahturahmi sesama alumni  terutama  yang mempunyai hobi  sama.

“Saya mewakili teman – teman mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus dan tim, dengan adanya Wira ini jiwa korsa kita masih tertanam kuat pada diri kita, dan tidak menyangka dulu kita akan bisa seperti ini dan sekarang bertemu dan berkumpul kembali,” ungkap Sena.

Di penghujung acara, Rully sebagai pelatih tunggal mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Pasalnya hingga sampai saat ini Wira masih dapat berkiprah dengan dukungan dari teman – teman dan para pengurus Alumni Mahakarta.

“Kita harus bersyukur dan harus tetap bersemangat serta kompak sebagai anggota Wira Mahakarta. Jangan katakan apa yang kita peroleh untuk negeri ini tapi katakan apa yang bisa kita perbuat, maka dari itu marilah kita berbuat dengan nguri uri kebudayaan bangsa kita,” tegasnya.

“Saya juga mohon maaf apabila selama bergabung dengan teman – teman banyak kekurangan,dan sebagai pelatih agak galak. Ini semua saya lakukan demi kebaikan kita semuanya. Mari kita bersiap untuk agenda selanjutnya yang paling dekat  dengan perfomance di Kampus Akprind,” pungkas Rully. (nun)