Belajar Tak Harus Membosankan, Oreo Berbagi Seru Bekali Guru Gunungkidul dengan Metode Pembelajaran Kreatif

Oreo Berbagi Seru hadir di Gunungkidul dengan pelatihan kreatif bagi guru SD untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan meningkatkan keterlibatan siswa.

bernasnews.com – PT Mondelez Indonesia melalui program Oreo Berbagi Seru kembali memperluas kontribusinya di bidang pendidikan dengan menggelar pelatihan pembelajaran kreatif bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di SD Mentel 1, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, Selasa (22/7/2026), ini bertujuan membekali guru dengan metode belajar interaktif agar proses pembelajaran di kelas menjadi lebih menyenangkan dan mampu meningkatkan partisipasi siswa.

Program tersebut merupakan bagian dari School Roadshow Oreo Berbagi Seru 2026 yang menjangkau tujuh kabupaten di tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra. Gunungkidul menjadi daerah kelima yang disambangi dalam rangkaian roadshow nasional tersebut. Melalui kolaborasi dengan Indonesia Mengajar, Oreo juga memperkenalkan berbagai media pembelajaran berbasis playful learning yang dirancang untuk mendukung penguatan literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

Berawal dari Komitmen Pendidikan yang Berjalan Sejak 2024

Senior Marketing Manager Biskuit Mondelez Indonesia, Kevin Stefano, menjelaskan Oreo Berbagi Seru merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang telah dimulai sejak 2024 untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, program ini berangkat dari keyakinan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung secara formal di dalam kelas. Pembelajaran yang menyenangkan justru dapat membantu anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus membangun rasa percaya diri untuk bereksplorasi.

“Oreo percaya pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui alat belajar yang interaktif, anak-anak bisa belajar dengan cara yang lebih seru dan lebih mudah dipahami,” ujarnya.

Melalui kerja sama dengan Indonesia Mengajar, Oreo mengembangkan 15 jenis Playful Learning Kit yang berisi berbagai media pembelajaran interaktif. Perangkat tersebut dirancang untuk membantu siswa mempelajari empat bidang prioritas pendidikan dasar, yakni literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.

Selain memberikan alat belajar, program ini juga membekali guru, orang tua, dan komunitas pendidikan dengan pelatihan agar metode pembelajaran yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kenalkan Konsep Pembelajaran Mendalam yang Menggembirakan

Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan pada berbagai media pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pendekatan deep learning. Pendekatan ini menekankan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga menciptakan proses belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Media belajar yang diperkenalkan mencakup bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris untuk siswa kelas 1 hingga kelas 6. Guru juga didorong untuk mengadaptasi alat belajar tersebut sesuai kondisi sekolah dan potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.

Pendekatan yang diperkenalkan mengusung tiga prinsip utama, yakni pembelajaran yang sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Melalui konsep tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga menikmati proses belajar yang mereka jalani setiap hari.

Keunggulan lain dari program ini adalah fleksibilitas media pembelajaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh guru. Dengan demikian, sekolah memiliki ruang untuk memasukkan unsur budaya lokal maupun kebutuhan spesifik peserta didik ke dalam proses belajar mengajar.

Gunungkidul Jadi Kabupaten Kelima dalam Roadshow Nasional

Tahun ini, Oreo Berbagi Seru menyasar tujuh kabupaten di tujuh provinsi yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses terhadap metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Gunungkidul menjadi kabupaten kelima yang dikunjungi setelah pelaksanaan program di sejumlah daerah sebelumnya. Berdasarkan evaluasi sementara, Kevin menyebut respons dari guru, orang tua, dan komunitas pendidikan cukup positif.

Menurutnya, alat pembelajaran yang diberikan tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga telah digunakan dalam praktik pembelajaran di sekolah-sekolah yang menjadi peserta program. (gw)