News  

2.790 Relawan Bencana Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Kejar Kepesertaan Penuh 2026

Pemkab Sleman menargetkan 3.469 relawan bencana terlindungi BPJS Ketenagakerjaan pada akhir 2026. (dok. Pemkab Sleman)

bernasnews – Sebanyak 2.790 relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah Kabupaten Sleman kini membidik perlindungan penuh bagi seluruh relawan yang tergabung dalam komunitas kebencanaan sebelum akhir 2026.

Target tersebut menyasar 679 relawan yang hingga saat ini belum tercakup dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Data tersebut disampaikan dalam Konsolidasi Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman di Pendopo Parasamya, Selasa (21/7/2026) malam.

Langkah itu dilakukan di tengah tingginya risiko yang dihadapi relawan saat terjun ke lokasi bencana. Mulai dari evakuasi korban, pencarian orang hilang, distribusi bantuan, hingga penanganan kondisi darurat yang kerap berlangsung dalam cuaca buruk dan medan yang tidak mudah.

Ribuan Relawan Jadi Garda Terdepan Saat Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengungkapkan, saat ini terdapat 73 kelompok relawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman. Jumlah anggotanya mencapai 3.469 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sleman.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.790 relawan telah terdaftar aktif dalam Program BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU), dan sisanya ditargetkan tuntas terlindungi pada tahun 2026,” kata Bambang.

Keberadaan relawan selama ini menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana di Sleman. Mereka sering menjadi pihak pertama yang bergerak ketika terjadi pohon tumbang, tanah longsor, banjir, kebakaran, maupun ancaman erupsi Gunung Merapi.

Dalam sejumlah kejadian darurat, relawan juga terlibat membantu proses evakuasi warga, membuka akses jalan yang tertutup material, hingga mendistribusikan logistik ke lokasi terdampak.

Perlindungan Dinilai Penting karena Risiko Tinggi

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan perlindungan jaminan sosial merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para relawan yang selama ini bekerja di garis depan kemanusiaan.

Menurutnya, saat bencana terjadi, berbagai komunitas relawan biasanya bekerja bersama tanpa melihat latar belakang organisasi masing-masing.

“Apabila bencana datang, tidak ada lagi sekat-sekat organisasi namun yang ada adalah semangat untuk saling membantu dan menyelamatkan sesama. Saya menyampaikan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan kartu keanggotaan bagi para relawan. Semoga dengan adanya payung perlindungan ini dapat memberikan rasa aman bagi relawan dalam menjalankan tugas mulia,” ujar Harda.

Perlindungan tersebut diharapkan memberikan rasa aman ketika relawan menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kejadian tak terduga saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Area DIY-Jateng Cahyaning Indriasari menyatakan pihaknya siap melanjutkan kerja sama dengan Pemkab Sleman untuk memperluas cakupan perlindungan bagi relawan dan pekerja sektor sosial lainnya.

Menurut Cahyaning, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu relawan bekerja dengan lebih tenang karena telah memiliki perlindungan dasar saat bertugas.

“Mudah-mudahan dengan perlindungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, Bapak dan Ibu bisa lebih fokus, lebih tenang dalam bekerja karena sudah mendapatkan perlindungan,” katanya.

BPBD Salurkan Bantuan Operasional

Selain memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, BPBD Sleman juga menyerahkan bantuan operasional berupa senter penerangan kepada kelompok-kelompok relawan.

Peralatan tersebut diberikan secara simbolis untuk mendukung kegiatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat di lapangan. Senter menjadi salah satu perlengkapan yang sering digunakan relawan saat melakukan pencarian korban, pemantauan wilayah rawan bencana, maupun operasi kemanusiaan pada malam hari.

Data Relawan Bencana Sleman

  • Kelompok relawan 73 kelompok
  • Total relawan 3.469 orang
  • Sudah terlindungi BPJS 2.790 orang
  • Belum terlindungi BPJS 679 orang

Dengan masih adanya ratusan relawan yang belum masuk dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, Pemkab Sleman menargetkan perluasan kepesertaan dapat segera dituntaskan.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat perlindungan bagi para relawan yang selama ini menjadi ujung tombak penanganan bencana di wilayah Sleman. (anp)