bernasnews – Semangat kebangsaan kembali bergema dari Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Selasa (21/7/2026).
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pelaksana serta Sekretariat Duta Pancasila Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Indonesia (DPPI) Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2026-2030.
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menandai lahirnya garda muda yang siap menjaga, mengamalkan, dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi.
Suasana khidmat langsung terasa ketika para pelaksana berdiri tegap di hadapan Sang Merah Putih. Dengan penuh keyakinan, mereka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia sebagai janji suci untuk memegang teguh Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pelantikan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 85/KPTS/2026. Melalui keputusan itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperkuat peran DPPI sebagai organisasi yang bertugas menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter Pancasila.
Ikrar DPPI Kabupaten Gunungkidul
Dalam ikrarnya, para pelaksana menyatakan kesiapan menjadi Pandu Ibu Indonesia Berpancasila. Mereka juga berkomitmen menjaga Sang Merah Putih tetap berkibar di seluruh penjuru Indonesia dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan jiwa ksatria.
Prosesi kemudian berlanjut dengan penandatanganan berita acara pengangkatan. Ketua Pelaksana DPPI Gunungkidul, Parsida Kesya Putri Arrahman, bersama Bupati Gunungkidul membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dimulainya amanah baru. Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, dan Staf Ahli Bupati, Supriyanto, turut menjadi saksi dalam prosesi tersebut.
Berdasarkan lampiran Surat Keputusan Bupati, susunan inti Pelaksana DPPI Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2026–2030 terdiri atas Ketua Parsida Kesya Putri Arrahman, Wakil Ketua Rahmat Nur Hidayat, Sekretaris Alvito Satria Vinant, Kepala Bidang Dukungan Pembentukan Paskibraka dan Purna Paskibraka Aditama Natalinum, Kepala Bidang Peningkatan Kompetensi Rahmadani Alvian, Kepala Bidang Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Jalu Pinoko Patriasmo, serta Kepala Bidang Komunikasi, Teknologi, dan Informasi Tengku Putra Handalan.
DPPI Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Ketua Umum DPPI Pusat, Yuslihayanti, menegaskan bahwa DPPI merupakan organisasi binaan negara yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022. Menurutnya, setiap Duta Pancasila harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata.
“Tugas kita adalah fokus pada peningkatan kompetensi purna paskibraka agar siap turun ke daerah membantu pemerintah memberikan ilmu kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Yuslihayanti juga memberikan apresiasi kepada Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan pelantikan DPPI secara serentak di tingkat kabupaten dan kota. Apabila Kabupaten Kulon Progo segera menyusul, DIY akan menjadi provinsi pertama yang memiliki kepengurusan DPPI lengkap di seluruh wilayah administrasinya.
Bupati Endah: DPPI Bukan Sekadar Jabatan
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengingatkan bahwa perjuangan bangsa tidak berhenti ketika Indonesia meraih kemerdekaan. Mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, ia menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini justru semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat.
Menurut Endah, amanah sebagai Duta Pancasila bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan panggilan pengabdian untuk menjaga ideologi bangsa tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi benar-benar dihayati, diamalkan, dan diwujudkan dalam setiap sikap serta perilaku sehari-hari,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pelaksana DPPI mampu menjadi perekat persatuan, penggerak semangat kebangsaan, sekaligus teladan bagi generasi muda di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat karakter bangsa di tengah berbagai tantangan yang menguji persatuan nasional.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada prosesi pelantikan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025 yang kini resmi menyandang status Purna Paskibraka.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas disiplin, loyalitas, dan dedikasi mereka saat menjalankan tugas dalam Upacara Pengibaran Bendera Pusaka maupun peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Pelantikan DPPI Kabupaten Gunungkidul pun menjadi simbol lahirnya energi baru dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Dari Bangsal Sewokoprojo, harapan besar kembali dipancangkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu mengibarkan Merah Putih di tiang tertinggi, tetapi juga mengibarkan semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat. (ef linangkung)












