bernasnews.com – Video yang memperlihatkan dugaan tabrak lari di kawasan Perumnas Seturan, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menjadi perhatian warganet setelah beredar luas di media sosial. Hingga Jumat (17/7/2026), Polresta Sleman menyatakan belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut dan masih melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar.
Video tersebut diunggah akun Instagram @merapi_uncover dan menampilkan rekaman kamera pengawas (CCTV) disertai kronologi yang ditulis oleh pihak yang mengaku sebagai korban. Peristiwa disebut terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di depan Kalis Donuts and Coffee Perumnas Seturan.
Ramainya unggahan itu memicu berbagai tanggapan di media sosial. Hingga pembaruan terbaru, kolom komentar dipenuhi pengguna yang meminta agar rekaman CCTV dari bangunan maupun usaha di sekitar lokasi ditelusuri untuk membantu mengidentifikasi kendaraan yang diduga terlibat.
Polisi Masih Verifikasi Informasi yang Beredar
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban maupun pihak lain mengenai dugaan tabrak lari tersebut.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian tersebut yang diterima oleh kepolisian. Kami masih melakukan pengecekan atas informasi yang beredar,” kata Argo.
Menurutnya, laporan dari korban menjadi dasar penting agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara maksimal. Tanpa laporan resmi, polisi masih berada pada tahap mengumpulkan informasi awal dan melakukan pengecekan terhadap materi yang beredar di media sosial.
“Apabila ada pihak yang menjadi korban atau mengetahui kejadian tersebut, kami mengimbau untuk segera melapor agar dapat dilakukan penanganan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Kronologi Dugaan Tabrak Lari Menurut Unggahan Korban
Berdasarkan kronologi yang dibagikan dalam unggahan media sosial, korban mengaku sedang menyeberang jalan bersama seorang rekannya di depan Kalis Donuts and Coffee Perumnas Seturan.
Keduanya disebut sempat berhenti di tengah jalan karena masih terdapat kendaraan dari arah berlawanan.
Tak lama berselang, sebuah sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi diduga menabrak keduanya. Korban menyebut lampu utama sepeda motor tersebut tidak menyala sehingga pengendara diduga kehilangan kendali sebelum terjadi benturan.
Unggahan itu juga menyebut pengendara sempat berada di lokasi sesaat setelah kejadian, namun kemudian meninggalkan tempat sebelum persoalan selesai.
Hingga saat ini, kronologi tersebut masih berupa keterangan yang beredar di media sosial dan belum dikonfirmasi melalui hasil penyelidikan kepolisian.
Korban Mengaku Mengalami Luka dan Kendaraan Rusak
Dalam unggahan yang sama, pihak yang mengaku sebagai korban menyebut mengalami luka ringan akibat benturan.
Rekan korban dilaporkan mengalami cedera pada bagian mata sehingga membutuhkan penanganan medis. Selain itu, sepeda motor milik korban disebut mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Belum ada informasi resmi mengenai kondisi kesehatan korban secara terkini maupun nilai kerugian materiil yang ditimbulkan.
Rekaman CCTV Jadi Sorotan Warganet
Peredaran video CCTV membuat kasus dugaan tabrak lari tersebut cepat menyebar di berbagai platform media sosial.
Sejumlah warganet berharap rekaman kamera pengawas dari bangunan di sekitar lokasi dapat membantu memperjelas kronologi sekaligus mengidentifikasi kendaraan maupun pengendara yang diduga terlibat.
Perumnas Seturan dikenal sebagai salah satu kawasan dengan mobilitas kendaraan yang tinggi, terutama pada malam hari. Ruas jalan tersebut berada di sekitar kawasan permukiman, pusat kuliner, serta lingkungan kampus yang masih ramai aktivitas hingga larut malam.
Kondisi lalu lintas yang cukup padat pada jam-jam tertentu membuat pengendara maupun pejalan kaki di kawasan tersebut dituntut lebih berhati-hati.
Polisi Imbau Korban dan Saksi Segera Melapor
Polresta Sleman mengimbau masyarakat yang mengetahui kejadian, memiliki rekaman CCTV tambahan, atau menjadi saksi agar segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian.
Laporan dari korban maupun saksi dinilai penting untuk mempercepat proses penyelidikan, mulai dari pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran identitas kendaraan yang diduga terlibat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas pengendara yang diduga terlibat maupun kepastian kronologi kejadian. Proses verifikasi oleh kepolisian masih berlangsung dan perkembangan kasus akan bergantung pada hasil pengecekan serta laporan yang diterima. (Ghw)












