bernasnews.com – Kabupaten Gunungkidul kembali diliputi suasana duka setelah dua warga dari dua kapanewon berbeda ditemukan meninggal dunia pada Jumat (17/7/2026).
Peristiwa pertama terjadi di kawasan ladang Alas Pak Bendo, Kapanewon Tanjungsari, sedangkan kejadian kedua berlangsung di sebuah rumah di Kapanewon Nglipar. Kedua kasus langsung ditangani aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan sesuai prosedur.
Rentang waktu antara dua kejadian tersebut hanya berlangsung beberapa jam. Hingga siang hari, aparat masih melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait, sementara keluarga masing-masing korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Penemuan Petani di Gubuk Ladang Tanjungsari
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Alas Pak Bendo, Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.
Seorang petani berinisial STM (65) ditemukan meninggal dunia di dalam gubuk ladang oleh warga yang hendak menuju area pertanian.
Penemuan itu membuat warga sekitar terkejut. Korban dikenal sebagai petani yang masih rutin menggarap lahan bersama istrinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, STM menyusul istrinya yang lebih dahulu bekerja di ladang. Keduanya beraktivitas hingga menjelang magrib.
Saat hendak pulang, istri korban mengajak STM kembali ke rumah. Namun korban memilih tetap berada di ladang karena mengaku masih menunggu seorang teman.
Karena mengira suaminya akan segera menyusul, sang istri pulang lebih dahulu. Keesokan paginya, seorang warga yang melintas menuju ladang melihat korban berada di dalam gubuk dengan kondisi tidak bergerak.
Warga kemudian meminta bantuan orang lain untuk memastikan kondisi tersebut sebelum melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyana pun membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di gubuk ladang Alas Pak Bendo. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar AKP Agus Fitriyana.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian, pendataan, koordinasi dengan tenaga kesehatan, serta penanganan sesuai prosedur.
Selang Beberapa Jam, Warga Nglipar Ditemukan Meninggal di Rumah
Belum lama setelah penanganan kasus pertama berlangsung, laporan serupa kembali diterima aparat dari wilayah lain di Gunungkidul.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Sarmi (60), warga Padukuhan Glompong, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
Peristiwa bermula ketika seorang warga datang untuk mengajak korban menghadiri acara makan bersama.
Setelah beberapa kali memanggil tanpa mendapat jawaban, saksi mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka.
Saksi kemudian masuk untuk memastikan kondisi korban sebelum meminta pertolongan warga sekitar. Laporan selanjutnya diteruskan kepada kepolisian.
Kapolsek Nglipar AKP Gatot Wahyu Wijaya mengatakan petugas bersama tim medis dari Puskesmas Nglipar I segera mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan.
Menurut keterangan tetangga, korban memiliki riwayat menjalani operasi mata sekitar tiga bulan lalu dan diduga mengalami persoalan ekonomi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah,” ujar AKP Gatot Wahyu Wijaya.
Pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polisi Lakukan Penanganan Sesuai Prosedur
Dua penemuan warga meninggal dunia yang terjadi dalam satu hari membuat aparat bergerak cepat di dua lokasi berbeda.
Proses penanganan dilakukan dengan melibatkan kepolisian dan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi korban serta mendokumentasikan seluruh fakta di lapangan.
Hingga pembaruan terbaru pada Jumat siang, kedua peristiwa telah ditangani sesuai prosedur dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut.
| Lokasi | Waktu Penemuan | Korban | Penanganan |
|---|---|---|---|
| Alas Pak Bendo, Kapanewon Tanjungsari | 05.30 WIB | STM (65) | Pendataan polisi dan koordinasi tenaga kesehatan |
| Padukuhan Glompong, Kapanewon Nglipar | 09.30 WIB | Sarmi (60) | Pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan |
Peristiwa Beruntun Jadi Pengingat Pentingnya Kepedulian Sosial
Dua peristiwa yang terjadi dalam hitungan jam meninggalkan keprihatinan di tengah masyarakat Gunungkidul.
Di balik setiap kabar duka, terdapat berbagai persoalan kehidupan yang belum tentu terlihat oleh lingkungan sekitar. Kondisi kesehatan, tekanan ekonomi, maupun persoalan pribadi dapat dialami seseorang tanpa diketahui orang lain.
Membangun komunikasi dengan keluarga, tetangga, maupun sahabat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menanyakan kabar, meluangkan waktu untuk mendengarkan, atau mengajak berbincang dapat menjadi dukungan yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
Apabila Anda atau seseorang yang dikenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera bicarakan dengan orang yang dipercaya atau tenaga kesehatan.
Layanan kesehatan jiwa di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat dapat menjadi tempat memperoleh bantuan dan pendampingan. (ef linangkung)












