bernasnews.com – Suasana hening dini hari di Padukuhan Jelok, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba melalap sebuah bangunan kandang ternak milik warga hingga ludes terbakar, Minggu (12/07/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Lidah api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian kandang. Material bangunan yang didominasi kayu serta tumpukan pakan ternak yang kering membuat api semakin sulit dikendalikan. Dalam hitungan menit, kobaran api menjulang tinggi dan menerangi gelapnya malam di kawasan pedesaan tersebut.
Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung berhamburan menuju lokasi. Mereka berusaha menyelamatkan hewan-hewan ternak yang masih berada di dalam kandang sebelum api menjalar lebih luas. Di tengah kepulan asap pekat dan hawa panas yang menyengat, warga bahu-membahu membuka kandang agar ternak dapat keluar dengan selamat.
Di saat yang sama, warga segera menghubungi petugas UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Gunungkidul agar kebakaran tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Gunungkidul, Handoko, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran diduga bermula dari bara api pembakaran sampah yang dilakukan pemilik kandang pada Sabtu (11/07/2026) petang.
Pemilik kandang, Nari (55), saat itu membakar sampah di sekitar kandang dengan tujuan menghangatkan hewan ternaknya. Namun, bara api diduga masih menyala hingga malam hari tanpa disadari.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena api menyambar tumpukan pakan kering yang ada di dalam kandang,” ujar Handoko.
Menurutnya, bara api yang masih tersisa diduga perlahan merambat hingga mengenai tumpukan pakan ternak yang mudah terbakar. Kondisi cuaca malam yang kering serta banyaknya material mudah terbakar di dalam kandang membuat api dengan cepat membesar sebelum akhirnya menghanguskan seluruh bangunan.
Saat api mulai berkobar sekitar pukul 02.30 WIB, pemilik kandang bersama warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari mengevakuasi ternak yang masih berada di dalam kandang. Upaya tersebut dilakukan agar kerugian tidak semakin besar.
Petugas Damkar yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi dengan membawa armada pemadam beserta peralatan pendukung. Setelah berjibaku melakukan penyemprotan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan bangunan kandang ternak dan menyebabkan kerugian material bagi pemiliknya. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api terbuka di sekitar bangunan yang menyimpan material mudah terbakar. Bara api yang terlihat padam ternyata masih dapat menyimpan panas dan memicu kebakaran beberapa jam kemudian apabila bersentuhan dengan bahan-bahan kering seperti jerami maupun pakan ternak.
Petugas pemadam kebakaran juga mengimbau masyarakat agar memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar, terutama pada bangunan kandang ternak yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar.(ef linangkung)












