News  

Apakah Jalan Malioboro Full Pedestrian? Ini Jadwal Kendaraan Dilarang Lewat Saat Masa Uji Coba

Jalan Malioboro Yogyakarta. (AI)

bernasnews – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mempersiapkan perubahan besar di kawasan Jalan Malioboro dengan mengarahkannya menjadi area full pedestrian.

Sebagai langkah awal, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akan menerapkan uji coba penutupan akses kendaraan bermotor selama 13 jam setiap hari, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Kebijakan ini menjadi masa transisi sebelum Malioboro sepenuhnya berubah menjadi kawasan bebas kendaraan selama 24 jam.

Rencana tersebut disusun untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, pelaku usaha, maupun wisatawan beradaptasi dengan pola mobilitas baru di salah satu destinasi wisata paling ramai di Yogyakarta.

Selain pembatasan kendaraan pribadi dan kendaraan bermotor lainnya, pemerintah juga menyiapkan pengaturan khusus bagi aktivitas distribusi barang agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.

Uji Coba Penutupan Jalan Malioboro Selama 13 Jam

Dishub DIY memilih skema penutupan selama 13 jam sebagai tahap awal menuju penerapan kawasan pedestrian penuh. Selama masa uji coba berlangsung, seluruh kendaraan bermotor tidak diperkenankan melintas di Jalan Malioboro pada pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Kebijakan tersebut dirancang sebagai masa adaptasi sehingga masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan kebiasaan baru sebelum kawasan ini benar-benar menjadi area bebas kendaraan bermotor selama 24 jam.

Dengan adanya pembatasan tersebut, aktivitas pejalan kaki diharapkan menjadi lebih nyaman sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di pusat Kota Yogyakarta.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan untuk Antisipasi Kemacetan

Penerapan kawasan pedestrian di Malioboro juga diiringi dengan penyusunan rekayasa lalu lintas. Pemerintah DIY bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan kepolisian untuk mengatur arus kendaraan di sekitar kawasan tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kemacetan akibat perpindahan arus kendaraan menuju berbagai kantong parkir yang berada di sekitar Malioboro.

Keberadaan area parkir dinilai menjadi salah satu tantangan utama dalam proses perubahan Malioboro menjadi kawasan tanpa kendaraan bermotor. Karena itu, pemerintah berupaya menyiapkan sistem lalu lintas yang mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama masa transisi berlangsung.

Di sisi lain, masyarakat juga mulai didorong untuk membiasakan berjalan kaki ketika beraktivitas di kawasan Malioboro.

Jadwal Bongkar Muat Barang di Malioboro Diatur Lebih Ketat

Selain mengatur lalu lintas kendaraan, Pemda DIY juga memperketat ketentuan mengenai aktivitas bongkar muat barang di kawasan Malioboro.

Kendaraan niaga hanya diperbolehkan melakukan kegiatan distribusi barang sebelum pukul 09.00 WIB atau setelah pukul 22.00 WIB. Ketentuan tersebut berlaku bagi pertokoan maupun aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo.

Pengaturan waktu bongkar muat dilakukan agar kegiatan distribusi tidak mengganggu kenyamanan pejalan kaki maupun kelancaran pelaksanaan kawasan pedestrian selama jam operasional.

Dengan adanya jadwal khusus tersebut, aktivitas ekonomi di sekitar Malioboro diharapkan tetap berjalan tanpa menghambat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang ramah bagi wisatawan dan masyarakat.

Malioboro Diproyeksikan Menjadi Kawasan Pejalan Kaki Sepenuhnya

Penerapan uji coba ini merupakan bagian dari tahapan menuju perubahan Jalan Malioboro menjadi kawasan full pedestrian selama 24 jam.

Pemerintah DIY berharap penataan tersebut tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan tertata bagi pejalan kaki, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata.

Dengan suasana yang lebih ramah untuk berjalan kaki, wisatawan diharapkan dapat menikmati kawasan Malioboro lebih lama. Kondisi tersebut juga diperkirakan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi karena pengunjung memiliki lebih banyak waktu untuk berbelanja di toko-toko maupun Pasar Beringharjo.

Sebagai salah satu ikon wisata Yogyakarta yang selalu dipadati pengunjung, Jalan Malioboro menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi favorit wisatawan dari berbagai daerah. Transformasi menuju kawasan pedestrian diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisata di jantung Kota Yogyakarta. (anp)