bernasnews – Beredar viral di media sosial yang tentunya sangat membanggakan bagi warga Jogja khususnya dan Indonesia umumnya. Pasalnya kelompok seni Papermoon Puppet Theatre dari Yogyakarta sukses memukau penonton di festival Theater der Welt 2026, Chemnitz, Jerman.
Mereka memukau penonton lantaran mementaskan karya “Stream of Memory“, pada 19-20 Juni 2026. Sebelum naik panggung, kru lokal sempat menyebutkan bahwa penonton Jerman terkenal sangat dingin dan kaku.
Pertunjukan tanpa dialog yang memadukan boneka raksasa dan musik ini berhasil menyihir penonton, membuktikan kekuatan narasi visual dalam teater boneka. Prestasi luar biasa ini ditandai dengan standing ovation (tepuk tangan berdiri) selama lebih dari 10 menit usai dua kali pementasan.
Dalam dunia pertunjukkan, standing ovation adalah benuk apresiasi paling tinggi. Tandanya penonton benar-benar kagum, terharu atau merinding usai menonton. Hal itu juga bisa menandakan pertunjukkan sukses besar.
Profil Singkat
Menurut sumber, Papermoon Puppet Theatre didirikan oleh MariaTri Sulistyani dan Iwan Effendi, pada tahun 2006. Keduanya merupakan lulusan ISI Yogyakarta, Juruasan Teater. Studionya berada di Kawasan Kotagede, Yogyakarta.
Mereka telah pentas di 20 lebih negara, termasuk Edinburg Festival, Singapore Intertional Festival of Arts, dan Australia. Mereka mgangkat nama seni Jogja ke kancah internasional. Ciri khas “Papermoon” adalah memakai boneka dari kertas, kardus, dan barang bekas.
Sementara tema yang sering diangkat tentang sejarah, kemanusiaan, trauma, dan keluarga. Gaya pertunjukannya memadukan boneka kertas, teater, dan cerita yang puitis dan berat. Jadi pemntasannya tidak hanya untuk anak-anak. (ted)












