News  

ICC Dukung Penguatan Kompetensi SDM Konstruksi Pertamina Patra Niaga Regional 1 Sumbagut Medan

Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Ahli Teknik Bangunan Gedung serta Pengawas Pekerjaan Bangunan Gedung bagi PT Pertamina Patra Niaga Regional 1 Sumatera Utara. (Foto: Dok. ICC)

bernasnews — Indonesian Certification Center (ICC) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi melalui penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Ahli Teknik Bangunan Gedung serta Pengawas Pekerjaan Bangunan Gedung bagi PT Pertamina Patra Niaga Regional 1 Sumatera Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 17–18 Juni 2026, bertempat di Pertamina Marketing Office Regional 1 Sumbagut, Medan, dan dilanjutkan dengan Uji Kompetensi pada 19 Juni 2026 secara daring melalui sistem asesmen. Program ini diikuti oleh 19 peserta, dengan 14 peserta melanjutkan ke tahap sertifikasi atau uji kompetensi.

Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi teknis dan manajerial SDM konstruksi, khususnya dalam bidang perencanaan, pengawasan, pengendalian pekerjaan struktur, penerapan standar mutu, keselamatan kerja, serta pemenuhan standar kompetensi kerja nasional.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan dari Rizal Subad Firdausi, S.T., M.T. sebagai narasumber. Materi yang diberikan berfokus pada penguatan kompetensi berbasis unit kerja, mulai dari sistem sertifikasi kompetensi di Indonesia, pemahaman SKKNI, standar kompetensi kerja bidang teknik bangunan gedung, hingga pendalaman skema pengawas pekerjaan bangunan gedung.

Berdasarkan silabus kegiatan, program ini mengacu pada SKKNI Nomor 192 Tahun 2016 tentang Ahli Teknik Bangunan Gedung, dengan tujuan membekali peserta dalam pengumpulan data, perancangan struktur, penyusunan gambar struktur, spesifikasi teknis, pengawasan struktur bawah dan struktur atas, administrasi pelaksanaan, pelaporan, hingga persiapan serah terima pekerjaan struktur.

Sebanyak 14 peserta mengikuti uji kompetensi dengan rincian sebagai berikut:

  1. 4 peserta mengikuti Uji Kompetensi Skema Pengawas Pekerjaan Bangunan Gedung.
  2. 2 peserta mengikuti Uji Kompetensi Skema Ahli Teknik Bangunan Gedung Muda.
  3. 4 peserta mengikuti Uji Kompetensi Skema Ahli Teknik Bangunan Gedung Madya.
  4. 4 peserta mengikuti Uji Kompetensi Skema Ahli Teknik Bangunan Gedung Utama.
Para peserta foto bersama sebelum mengikuti kegiatan. (Foto: Dok. ICC)

Uji kompetensi diselenggarakan oleh ICC bekerja sama dengan LSP ASTEKINDO Konstruksi Mandiri, sebagai lembaga sertifikasi profesi bidang konstruksi. Proses asesmen dilakukan melalui tahapan pra-asesmen, verifikasi dokumen dan portofolio, asesmen kompetensi, praktik atau simulasi jika diperlukan, uji tulis, serta wawancara.

Melalui program ini, ICC menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai instrumen strategis untuk memastikan tenaga profesional di bidang konstruksi memiliki kompetensi yang terukur, sesuai standar, dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Pelatihan dan sertifikasi kompetensi bukan hanya menjadi bentuk pemenuhan standar, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam memastikan kualitas pekerjaan konstruksi berjalan aman, andal, dan sesuai kaidah teknis. ICC berkomitmen menjadi mitra strategis industri dalam menyiapkan SDM yang kompeten dan tersertifikasi,” demikian pernyataan ICC dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antara dunia industri, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi profesi dalam memperkuat daya saing SDM nasional, terutama pada sektor konstruksi dan infrastruktur yang membutuhkan tenaga ahli dengan standar kompetensi yang jelas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ICC berharap peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari, sekaligus mendorong budaya kerja berbasis kompetensi di lingkungan industri. (*/ nun)