News  

Kontingen Hizbul Wathan Kota Yogyakarta Pamit Ikuti LPB V Nasional, Wali Kota: HW Memiliki Peran Strategis dalam Membentuk Karakter

kontingen Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) 1205 Kota Yogyakarta foto bersama Wali Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melepas kontingen Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) 1205 Kota Yogyakarta yang mewakili Kota Yogyakarta dan DIY dalam ajang Lomba Pengenal Berprestasi (LPB) V Nasional.

Acara yang dihadiri oleh puluhan kepanduan HW dan pendamping yang juga sebagai momentum pamitan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, pada Rabu (24/6/2026).

LPB V Nasional akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo, Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, pada tanggal 26–30 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang akan diikuti regu Pandu Pengenal dari berbagai Kwartir Wilayah dan Kwartir Daerah se-Indonesia.

Sementara kontingen yang mewakili DIY berasal dari Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, bersama Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan dan SMP Al-Mujahidin. Mereka lolos secara berjenjang mulai dari tingkat kota hingga tingkat provinsi.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih para peserta. Menurut Hasto, keberhasilan para pandu HW tidak hanya membawa nama Kota Yogyakarta, tetapi juga mewakili DIY di tingkat nasional.

“Selamat kepada madrasah yang telah berprestasi dan berhasil melaju hingga tingkat nasional. Kalian tidak hanya membawa nama Kota Yogyakarta, tetapi juga DIY. Ini menjadi kebanggaan bagi daerah yang dikenal sebagai kota pelajar, kota budaya, kota pendidikan, dan kota pariwisata,” kata Hasto, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Wali Kota menilai Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Ia berharap HW dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari penguatan karakter pelajar Muhammadiyah.

“HW diharapkan menjadi motor penggerak perubahan. Sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat menjadi pusat pengembangan karakter dan pusat keunggulan. Adik-adik HW harus menjadi agen perubahan yang memiliki akhlak mulia dan kepemimpinan yang kuat,” ujar Hasto.

Ia pun menegaskan, bahwa nilai-nilai kepanduan dalam HW sangat relevan untuk mencetak pemimpin yang dewasa, mampu mengendalikan diri, serta memiliki akhlakul karimah. Hasto juga mengingatkan peserta agar tidak semata-mata mengejar kemenangan dalam perlombaan.

“Kompetisi memang penting, tetapi jiwa kepanduan yang mengedepankan ketulusan, kepedulian, dan akhlak mulia harus menjadi yang utama. Kemenangan sejati adalah ketika kegiatan ini mampu membentuk karakter dan hati kita,” harap orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta.

“Yogyakarta selama ini telah dikenal melalui prestasi di bidang pendidikan, budaya, dan pariwisata. Namun, masih terdapat tantangan berupa kenakalan remaja dan kejahatan jalanan yang mencoreng citra daerah,” beber Hasto.

“Melalui kegiatan kepanduan, pembentukan karakter, revolusi mental, dan kecerdasan emosional dapat diperkuat. HW diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang menjadi pemimpin masa depan,” tandasnya. (*/ ted)