News  

Kebakaran Rumah Kontrakan di Ngaglik Sleman: Komputer Diduga Masih Menyala saat Rumah Kosong, Kerugian Rp300 Juta

Kebakaran Rumah Kontrakan di Ngaglik Sleman/Istimewa

bernasnews– Asap hitam membumbung tinggi di atas permukiman warga Dusun Ngemplak, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (13/6/2026) pagi.

Peristiwa kebakaran pada sekitar pukul 08.00 WIB itu meluluhlantakkan sebuah rumah kontrakan milik DA (61), seorang pensiunan aparatur sipil negara yang berdomisili di Pogong Lor, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan berdasarkan keterangan para saksi, api pertama kali terlihat membakar bagian atap rumah.

“Saksi melihat api muncul dari bagian atas rumah, kemudian dengan cepat merembet ke area lain, termasuk dua kamar tidur,” ujarnya.

Dua saksi yang berada di sekitar lokasi, yakni ES (49) dan J (53), langsung berteriak meminta bantuan warga begitu mengetahui adanya kebakaran. Mereka bersama warga sekitar berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya.

“Mengetahui kejadian itu, para saksi bersama warga sekitar segera melakukan upaya pemadaman awal dan melaporkan kepada Polsek Ngaglik serta petugas pemadam kebakaran,” kata Argo.

Tidak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penyemprotan dari berbagai sisi bangunan guna menjinakkan kobaran api yang sudah melahap sebagian besar isi rumah.

Sekitar 15 menit setelah proses penanganan, api padam sehingga tidak sempat menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Kecepatan respons petugas pemadam kebakaran dan kepedulian warga menjadi faktor penting yang mencegah kebakaran lebih besar. Jika terlambat beberapa menit saja, kobaran api berpotensi merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

Temuan di lapangan mengarah pada sebuah perangkat komputer yang mungkin masih menyala ketika rumah kosong.

“Dari pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya, dan di dalam rumah terdapat komputer yang masih menyala,” ungkap Argo.

Dugaan tersebut kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan titik awal munculnya api sekaligus memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kebakaran itu.

Akibat insiden tersebut, sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan cukup parah. Dua kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur menjadi area yang paling terdampak oleh kobaran api.

Argo mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang berasal dari instalasi listrik maupun perangkat elektronik.

“Kami mengimbau masyarakat selalu memastikan instalasi listrik di rumah aman dan sesuai standar. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan seluruh peralatan elektronik yang tidak digunakan sudah dimatikan dan dicabut dari sumber listrik,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat rutin melakukan pemeriksaan terhadap kabel, stop kontak, serta instalasi kelistrikan lain.

“Pemeriksaan berkala terhadap kabel dan stop kontak juga penting guna mencegah terjadinya korsleting yang dapat menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (ef linangkung)