News  

Infrastruktur Pascabadai Cempaka Dipulihkan, Warga Gedangsari Bangun Kembali Akses Jalan Secara Gotong Royong

Pembangunan jalan cor blok di Padukuan Suruh dilakukan secara gotong royong untuk memulihkan akses yang rusak akibat Badai Cempaka 2017. (Ist)

bernasnews — Upaya pemulihan infrastruktur yang rusak akibat Badai Cempaka 2017 terus dilakukan di wilayah Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul.

Salah satu kegiatan yang saat ini berlangsung adalah pembangunan jalan cor blok di Padukuan Suruh, Kalurahan Hargomulyo, melalui program bantuan gotong royong dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Padukuan Suruh menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan utara Gunungkidul hampir satu dekade lalu.

Jalan penghubung antarpadukuhan yang sebelumnya menjadi akses utama warga menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan berat akibat longsor dan pergerakan tanah.

Sejak kejadian tersebut, masyarakat harus menggunakan jalur alternatif berupa jalan tanah yang sempit dan licin, terutama saat musim hujan.

Kondisi itu menyulitkan aktivitas warga, termasuk pelajar dan petani yang bergantung pada akses jalan untuk kegiatan sehari-hari.

Lurah Hargomulyo, Sumaryanto, mengatakan pembangunan kembali akses jalan di Padukuan Suruh akhirnya dapat direalisasikan melalui bantuan gotong royong dari pemerintah daerah.

Menurut dia, kerusakan yang ditinggalkan Badai Cempaka menyebabkan akses utama warga terputus dan tidak dapat digunakan selama bertahun-tahun.

“Jalan itu putus, hilang, amblas. Kami bangun lagi tapi belum bisa pengerasan. Dengan bantuan gotong royong ini, dampak kebencanaan 2017 akhirnya bisa terbangun kembali melalui cor blok,” ujar Sumaryanto.

Ia menjelaskan bantuan senilai sekitar Rp30 juta digunakan untuk pengadaan material pembangunan. Sementara itu, masyarakat berpartisipasi melalui kerja bakti dan swadaya guna mempercepat proses pembangunan jalan.

Partisipasi warga terlihat dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga proses pengecoran. Sejumlah warga juga menyediakan konsumsi bagi para pekerja yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tujuh Proyek Infrastruktur Dibangun di Gedangsari

Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengatakan pada tahun 2026 terdapat tujuh titik pembangunan strategis di wilayah Gedangsari. Program tersebut meliputi enam proyek pembangunan jalan cor blok dan satu pembangunan talud di wilayah Tegalrejo.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk pembangunan taman kanak-kanak negeri di Gedangsari.

Menurut Eko, pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan perlu berjalan beriringan guna mendukung pemerataan pembangunan di wilayah utara Gunungkidul.

Ia menambahkan, skema bantuan berupa penyediaan material dinilai efektif untuk mendukung pembangunan fisik di tengah keterbatasan anggaran desa.

“Anggaran pembangunan fisik di desa sekarang tinggal sekitar 25 persen. Masyarakat sebenarnya tidak masalah kerja bakti, yang penting material tersedia,” ungkapnya.

Model kolaborasi tersebut dinilai berhasil meningkatkan efektivitas pembangunan. Di Kalurahan Ngalang, target pembangunan jalan sepanjang 116 meter bahkan dapat direalisasikan hingga mencapai 130 meter berkat keterlibatan masyarakat bersama unsur TNI dan Polri.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pembangunan wilayah utara, termasuk Gedangsari, merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan.

Dalam kegiatan Kepyakan di Kalurahan Serut, Gedangsari, Jumat (29/5/2026), Endah menyampaikan bahwa pemerintah memahami kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi.

“Ke depan, kita berencana terus menganggarkan bantuan gotong royong ini di setiap padukuan agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Endah.

Menurutnya, pembangunan akses jalan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Infrastruktur yang lebih baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian, memperlancar mobilitas warga, serta meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjjangan wilayah, serta mendukung berbagai program pembangunan sosial lainnya.

Pemulihan akses jalan di Gedangsari menjadi salah satu langkah untuk memperkuat konektivitas wilayah yang terdampak bencana.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga setempat. (Eln)