News  

Tujuh Pasangan Pengantin Nikah Bareng di Atas Traktor Sawah, Mahar Sepasang Ayam dalam Kiso

Mahar nikah berupa sepasang ayam di dalam kiso. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Kembali untuk kesekian kalinya FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon, Bantul menggelar “Nikah Bareng Mbalek Ndeso Mbangun Kulawarga #2”. Acara kali ini bekerja sama Gedung Beruntung Jalannya Sewon, dan didukung KUA Sewon, warga Geneng RT.02, MUA Jogja, Karawitan Ibu-Ibu Purba Rini, PPY Bantul, serta berbagai pihak.

Acara nikah bareng dengan tagline ‘Sambut HARKITNAS dan Idhul Adha sekaligus Kampanye Nikah Muda Prasojo Kaya Produktif’ ini bertempat di Gedung BeruntungJalannya Geneng, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DIY, pada Selasa (19/5/2026).

Prosesi Ijab qobul pertama di Indonesia dan dunia sungguh menarik karena dilakukan di tengah-tengah pagelaran wayang cekak oleh dalang cilik Ki Lanang Bejo Lakune, dengan iringan karawitan yang mengandung filosofi bahwa pernikahan mereka akan mengarungi kehidupan yang panjang seperti alunan gending Jawa yang sarat akan makna untuk meraih kehidupan sejahtera.

“Dengan mahar juga unik yakni seperangkat alat sholat, dan sepasang ayam, sebagai lambang ketahanan pangan serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan bisa mandiri setelah menikah nantinya,” jelas Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional, H. Ryan Budi Nuryanto, SE, di sela-sela acara.

Menurut Ryan, prosesi ijab qobul dilakukan di atas traktor sawah yang menggandung filosofi bahwa bukan sekedar aksi unik, melainkan menggabungkan nilai budaya, kerja keras dan kehidupan agraris yang secara keseluruhan seluruh pasangan yang menikah ingin mengawali hidup baru dengan nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras dan kebermanfaatan.

“Layaknya petani yang berusaha memberikan hasil bumi terbaik, begitu pula pasangan nikah bareng ini,” imbuhnya.

Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional, H. Ryan Budi Nuryanto, SE (Kanan) memandu pasangan pengantin untuk menaiki traktor sawah. (Foto: Istimewa)

Adapun 7 pasangan pengantin yang berbahagia dari DIY, Jawa Tengah dan Banten, Jawa Barat, Adalah 1. Devi Anansa Putri (24 th) Sukorejo, Kendal, Jateng dengan Wawan Setiawan (33 th ) Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 2. Putu Angela Christine W (30 th) Banyumanik, Semarang, Jateng dengan Prasetyo Nugrahaning M (32 th) Suruh, Semarang, Jawa Tengah.

Kemudian, 3. Ambika Pega Wiyas P (38 th) Kalikajar, Wonosobo, Jateng dengan Indah Permatasari (34 th) Padarincang, Serang, Banten, 4. Neng Agung Santika (42 th) Kota Magelang, Jateng dengan Achmad Nursani (44 th) Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

Selanjutnya, 5. Arleta Kanaya Putri T (20 th) Pangenjurutengah, Purworejo,Jateng dengan Satrio Amukthi (22 th) Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, 6. Supiyati (43 th), Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY dengan  Alip Munandar (49 th) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, dan 7. Dian Puspitasari (39 th) Pamulang, Tangsel, Banten dengan  Angga Surya Nusraha (39 th) Sukorejo, Klaten, Jawa Tengah.

Suasana sakral dan haru ketika prosesi ijab qobul berlangsung seperti dirasakan pasangan Dian Puspitasari dan Angga Surya berasal dari Banten jauh jauh dari luar DIY mereka mendaftar hari terakhir dan bersyukur  bisa lolos menyisihkan dari ratusan pendaftar yang ikut ajang ini. Pasangan ini mengetahui acara nikah bareng ini dari media yang viral.

Para pengantin mendapatkan fasilitas gratis diantaranya biaya nikah, mahar, cincin kawin, bermalam dan berbulan madu, busana dan rias, dokumentasi, pelaminan penjor Jawa, tasyakuran kerakyatan, juga paket sayuran. Tak lupa para tamu undangan yang hadir mendapatkan benih lombok yang dapat ditanam di rumah untuk kebutuhan sehari-hari dan dapat meningkatkan produktifitas keluarga.

“Bagi masyarakat yang menginginkan menikah gratis, insyaalloh akan digelar kembali pada tanggal 29 Mei di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan tanggal 8 Juni di STTKD Yogyakarta. Acara nikah bareng ini terbuka umum serta gratis full fasilitas,” tutup Ryan Budi Nuryanto. (*/ ted)