bernasnews — Keluarga Besar KB-TK Marsudirini Santa Theresia Boro menyelenggarakan kegiatan bersama dengan SMS (Sekolah Masuk Satwa) Gembiraloka Zoo di sekolah setempat, di Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Rabu, 22 April 2026.
Kehadiran Kakak Pendamping yaitu, Kak Tofan, Kak Daryono, Kak Leon, Kak Farah dan Kak Aisyiah dari Tim Gembiraloka Zoo disambut dengan sukacita oleh para ibu Guru dan seluruh Keluarga Besar KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro.
Suasana hangat dan ceria nampak ketika Para kakak Pendamping ini mengajak anak-anak bermain dan belajar lewat IFP (Interactive Flat Panel) dan juga memperkenalkan dua ekor burung yang memiliki panggilan Alex dan Teplok.
Kegiatan ini diikuti oleh 62 siswa siswi dan 5 pendamping team dari KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro beserta para ibu guru KB-TK Marsudirini St. Theresia Boro.
“Tujuan kegiatan berkunjung ini untuk berbagi kasih berbagi pengalaman menarik di Hari Bumi yang dijadikan kegiatan yang menyenangkan,” kata Sthephani Ratnasari, Guru Sekolah KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro, kepada bernasnews, Sabtu (25/4/2026)
Menurut Sthaphani, anak-anak diajak untuk mencintai bumi, menjaga bumi dan juga menjaga semua ciptaan Tuhan sedari usia dini. Salah satunya dengan penanaman pohon Sirsak di halaman samping kiri sekolah. Kegiatan ini implementasi dari salah satu visi Marsudirini St.Theresia Boro.
Suasana menggembirakan Keluarga Besar KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro bersama Kakak-kakak dari Gembira loka Zoo saat mereka diberikan kesempatan untuk menanam pohon sirsak di Hari Bumi, yang diperingati setiap tanggal 22 April.
Bu Putri sebagai guru kelas TK A juga mengajak anak – anak untuk mencintai bumi, dengan menanam pohon di Hari Bumi ini untuk menjaga bumi, mencintai bumi sedari usia dini. Juga merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan guna keberlangsungan hidup umat manusia serta semua isinya.
Pengalaman yang begitu bermakna dan menyenangkan sekali karena anak-anak juga memiliki semangat dalam penanaman “Semoga dengan bekal dan pengalaman yang dibawa dari sekolah, anak-anak memiliki kepribadian sejak dini peka terhadap sesama dan lingkungan sekitar yang memiliki kasih sayang terhadap ciptaan Tuhan,” ujar Sthephani Ratnasari. (zbd)












