Women Orchestra Concert “Warawaditra”: Untukmu Kartiniku

Suasana Gelaran Konser “Warawaditra”: Women Orchestra Concert dengan tema “Untukmu Kartiniku” (Foto: Tangkapan Layar)

bernasnews – Kagungan nDalem Bangsal Sasana Hinggil Dwi Abad malam itu disulap berubah menjadi sebuah gedung theater untuk konser musik. Pasalnya dalam rangka peringatan Hari Kartini, digelar Konser “Warawaditra”: Women Orchestra Concert dengan tema “Untukmu Kartiniku”, di gedung setempat, Kawasan Alun-alun Kidul, Yogyakarta, Selasa malam, 21 April 2026.

Gelaran tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama GKR Hemas, GKBRAA Paku Alam, GKR Condrokirono, GKR Hayu, KPH Notonegoro, segenap jajaran Forkopimda DIY, perwakilan organisasi perempuan di DIY, serta segenap tamu undangan.

GKR Hemas selaku Wakil Ketua DPD RI dalam sambutannya mengemukakan, bawah gelaran musik dan budaya ini menjadi ruang refleksi, ruang penghormatan, sekaligus ruang peneguhan bahwa teladan Kartini masih membara dalam diri setiap perempuan Indonesia hingga hari ini.

“Malam ini bukan sekedar pertunjukan seni, ini adalah ruang refleksi, ruang penghormatan, sekaligus ruang peneguhan bahwa semangat Kartini terus hidup tidak hanya dalam sejarah, tetapi dalam diri setiap perempuan hari ini,” tutur GKR Hemas, dikutip dari jogjaprov.go.id.

“Kartini berbicara tentang keberanian berfikir dan bertindak melampaui zamannya. Ia adalah kita, perempuan yang hadir di berbagai lini kehidupan, yakni sebagai pemimpin, penggerak budaya, pendidik, pekerja, ibu, sekaligus penjaga nilai-nilai luhur bangsa,” tegasnya.

Menurut GKR Hemas, gelaran kolaborasi Yogyakarta Royal Orchestra dan Yogyakarta Royal Choir yang hampir seluruhnya diisi oleh musisi perempuan. Konser ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini dalam mendorong emansipasi, khususnya dalam memperjuangkan kesetaraan dan akses pendidikan bagi perempuan di Indonesia.

“Pun, dengan menampilkan perempuan sebagai pusat harmoni, Warawaditra berhasil merepresentasikan bahwasanya perempuan memiliki ruang, kapasitas dan kekuatan untuk berkarya setinggi-tingginya,” ungkapnya.

Perempuan punya kuasa atas dirinya, mereka berdaulat dan merdeka dalam menentukan langkahnya. Semoga semangat ini terus hidup dalam setiap langkah kita. Perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga warisan budaya, bahasa, dan identitas bangsa. Karena itu, perempuan didorong untuk tidak sekadar mengenang, melainkan melanjutkan perjuangan yang telah dirintis Kartini.

“Maka menjadi Kartini hari ini bukan sekadar mengenang, tetapi melanjutkan. Bukan sekadar merayakan, tetapi mengambil peran. Kita semua perempuan yang hadir di sini adalah Kartini dalam kehidupan kita masing-masing,” tandas GKR Hemas.

Gelaran budaya ini dimeriahkan oleh penampilan lima solois ternama serta peragaan belasan busana istimewa dari abdi dalem estri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang semakin memukau suasana dan membuat decak para tamu undangan yang hadir. (*/ ted)