bernasnews — Potensi besar Kota Yogyakarta terletak pada sektor industri kreatif, pariwisata, serta penguatan UMKM berbasis digital. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Demikian dikemukakan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Panel dan Rapat Kerja KADIN Kota Yogyakarta, yang berlangsung di Arkadewi Boutique Hotel Prawirotaman, Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengajak Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun Kota Yogyakarta sebagai kota kreatif yang berdaya saing.
“Banyak hal yang bisa kita kolaborasikan, mulai dari industri kreatif, pariwisata, hingga digitalisasi UMKM. Konsep yang harus kita jalankan ke depan adalah sinergi dan kolaborasi, tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri,” jelas Wawan, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Pihaknya juga mendorong agar KADIN segera mengeksekusi langkah konkret melalui kerja sama resmi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, salah satunya melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU). Menurut Wawali, sinergi tersebut perlu diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Selain itu, ia juga mengajak KADIN untuk melakukan pemetaan potensi di 14 kemantren (kecamatan) di Kota Yogyakarta. Pemetaan tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi kekuatan lokal, baik di bidang seni, budaya, perdagangan, maupun industri kreatif.
“Kita punya 14 kemantren, tolong segera di-mapping potensinya. Dari situ bisa dikembangkan secara merata, sehingga program kerja lebih terarah dan berdampak,” tegas Wawan Harmawan. Ia juga berharap, KADIN ikut serta dalam pengembangan kawasan heritage di Kotagede sebagai salah satu fokus penguatan sektor pariwisata berbasis budaya.
Ketua Umum KADIN Kota Yogyakarta, Ir. Eko Sutrisno, menyambut baik ajakan Wawali tersebut. Eko pun menyatakan kesiapan KADIN untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, termasuk melalui penyusunan MoU sebagai dasar kerja sama.
Menurutnya, KADIN sebagai organisasi para pengusaha memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui investasi maupun program pemberdayaan.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah. Harapannya, potensi anggota KADIN dari berbagai sektor, seperti konstruksi, industri kreatif, pendidikan, hingga kuliner, bisa berkolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Yogyakarta,” kata Eko.
Sementara itu, Ketua KADIN Kota Yogyakarta Bidang Organisasi dan Keanggotaan I, Nur Hidayat menyatakan, akan segera menindaklanjuti arahan Wakil Wali Kota Yogyakarta, termasuk menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang yang selaras dengan kebijakan pemerintah.
“Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan Kota Yogyakarta dapat semakin berkembang sebagai kota kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nur Hidayat, yang juga CEO AMC Grup. (*/ ted)












