bernasnews — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran meningkatnya laporan evakuasi ular yang masuk ke rumah warga selama bulan April 2026.
“Fenomena ini kerap terjadi di wilayah Yogyakarta, terutama saat masa peralihan musim atau pancaroba,” terang Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta Taokhid, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Menurut Taokhid, dari data operasi Damkarmat Kota Yogyakarta, dari bulan Januari 2026 terhitung sudah 52 kali evakuasi ular. Sementara hingga pertengahan bulan April ini, sudah berlangsung delapan kali evakuasi ular.
“Berdasarkan analisis lapangan, peningkatan kemunculan ular di lingkungan permukiman bukan terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kondisi ini,” ungkapnya.
Lanjut Taokhid menjelaskan, bulan April merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Pada periode ini, kondisi lingkungan cenderung lembap dengan curah hujan yang masih cukup tinggi.
“Habitat alami ular seperti semak-semak, persawahan, dan liang tanah menjadi tidak stabil, bahkan tergenang air. Akibatnya, ular keluar dari habitatnya untuk mencari tempat yang lebih aman dan kering, termasuk masuk ke dalam rumah warga,” bebernya.
Sarang Tergenang, Ular Cari Tempat Baru
Genangan air akibat hujan membuat sarang ular tidak lagi nyaman untuk dihuni. Ular kemudian mencari lokasi alternatif yang memiliki kondisi serupa, seperti:
- Kamar mandi
- Bak penampungan air
- Saluran air rumah
Tempat-tempat tersebut dinilai aman, lembap, dan minim gangguan, sehingga sering menjadi lokasi ditemukannya ular.
Ketersediaan Makanan di Sekitar Rumah
Lingkungan permukiman yang kurang bersih dapat mengundang hewan seperti tikus, katak, dan serangga. Hewan-hewan ini merupakan sumber makanan utama bagi ular.
Ketika mangsa mendekati rumah, ular pun ikut masuk untuk berburu, sehingga meningkatkan potensi pertemuan dengan manusia.
Akses Ular Masuk Rumah
Di kawasan padat penduduk, terdapat banyak akses yang memungkinkan ular masuk ke dalam rumah, seperti:
- Celah pada dinding atau lantai
- Saluran drainase terbuka
- Tumpukan barang atau material
Tanpa disadari, jalur-jalur tersebut menjadi akses alami bagi ular untuk masuk ke lingkungan rumah.
Aktivitas Ular Meningkat dan Upaya Pencegahan
Pada kondisi cuaca hangat dan lembap, aktivitas ular cenderung meningkat. Selain aktivitas berburu, beberapa jenis ular juga memasuki masa berkembang biak, sehingga pergerakannya menjadi lebih aktif dibandingkan waktu lainnya.
Untuk meminimalisir risiko ular masuk ke rumah, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah berikut:
- Menutup rapat celah atau lubang di rumah
- Membersihkan lingkungan dari tumpukan barang dan semak
- Menjaga kebersihan saluran air dan kamar mandi
- Mengendalikan hama seperti tikus
- Memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah
Imbauan Damkar Jogja
“Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani ular secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan,” tegas Taokhid.
Apabila menemukan ular atau satwa liar berbahaya lainnya di lingkungan rumah, segera hubungi layanan darurat Damkar Jogja melalui, Telpon (0274) 587101 / 542885 / 2922848/ 08112828113.
“Petugas siap memberikan penanganan cepat, aman, dan profesional demi menjaga keselamatan Masyarakat,” pungkasnya. (*/ ted)












