bernasnews – Kebakaran tumpukan sampah terjadi di kolong Jembatan Gondolayu, kawasan Jetis, Yogyakarta, pada Jumat, 10 April 2026 siang.
Kepulan asap hitam dari lokasi kejadian sempat menghebohkan warga dan menjadi perhatian setelah video peristiwa tersebut beredar di media sosial.
Aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kejadian itu kembali menyoroti persoalan penumpukan sampah di ruang publik yang berpotensi memicu kebakaran.
Saksi Cium Bau Terbakar sebelum Api Membesar
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB ketika seorang warga bernama Sandra (61), warga Cokrodiningratan, mencium bau plastik terbakar dari sekitar warung tempatnya berada.
Awalnya ia mengira bau tersebut berasal dari aktivitas biasa di sekitar lokasi. Namun, bau terbakar kemudian semakin menyengat dan disertai suara seperti ranting kering terbakar.
Sandra kemudian keluar dan melihat asap hitam mengepul dari bawah Jembatan Gondolayu sisi barat.
“Setelah saya keluar, saya lihat asap hitam sudah mengepul dari bawah jembatan Gondolayu sisi barat,” ujar Sandra.
Polisi dan Damkar Datangi Lokasi
Setelah mengetahui adanya kebakaran, Sandra menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Jetis, Aipda Fajar.
Petugas kepolisian kemudian datang bersama tim pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Yogyakarta.
Sebanyak 12 personel Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta diterjunkan ke lokasi dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Petugas melakukan pemadaman terhadap api yang membakar tumpukan sampah di kolong jembatan.
Selain aparat, warga sekitar dan komunitas lokal turut membantu proses pengamanan area dan pembersihan lokasi.
Api Diduga Berasal dari Tumpukan Sampah Kering
Berdasarkan laporan petugas, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.39 WIB.
Api membakar tumpukan sampah yang terdiri atas dedaunan kering, ranting kayu, dan plastik di bawah jembatan.
Material mudah terbakar tersebut membuat api cepat membesar dan menghasilkan asap pekat yang terlihat dari kejauhan.
Petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain di sekitar lokasi.
Polisi Selidiki Dugaan Puntung Rokok
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan awal mengarah pada kelalaian manusia.
“Dimungkinkan api berasal dari puntung rokok yang dibuang ke tumpukan sampah kering, sehingga memicu kebakaran,” ujar Anton.
Menurut kepolisian, dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi lokasi yang dipenuhi material kering dan mudah terbakar.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.
Setelah api berhasil dipadamkan, warga bersama petugas melakukan pembersihan terhadap sisa material kebakaran untuk mencegah potensi api kembali menyala.
Kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan di lapangan, serta berkoordinasi dengan unit Reskrim Polsek Jetis guna mendalami penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang benda yang dapat memicu api sembarangan, terutama di area yang terdapat tumpukan sampah dan material mudah terbakar. (Eln)












