News  

Idulfitri Aman untuk Si Kecil: Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Kebersihan saat Interaksi dengan Bayi

Muhammadiyah imbau jaga kebersihan saat berinteraksi dengan bayi saat Idulfitri. (Ist)

bernasnews — Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan saat berinteraksi dengan bayi dan balita selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya aktivitas silaturahmi keluarga yang melibatkan interaksi lintas usia.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menekankan pentingnya memastikan kondisi tubuh, khususnya tangan, dalam keadaan bersih sebelum menyentuh bayi.

“Sebaiknya kalau kita menyentuh balita kita harus dalam keadaan yang bersih. Maka penting untuk menjaga kebersihan, khususnya tangan, sebelum menyentuh bayi,” ujar Agus Taufiqurrahman, Selasa, 17 Maret 2026.

Bayi Rentan Terhadap Paparan Kuman

Agus menjelaskan bahwa tangan manusia dapat menjadi media penyebaran mikroorganisme yang tidak terlihat. Aktivitas sehari-hari seperti perjalanan, menyentuh berbagai benda, atau berinteraksi dengan orang lain dapat meninggalkan kuman di tangan.

Jika tangan yang tidak bersih menyentuh bayi, potensi penularan penyakit dapat meningkat.

Menurutnya, bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan orang dewasa.

“Jika tangan mengandung kuman, dikhawatirkan bayi akan terpapar sehingga berpotensi menimbulkan penyakit dan infeksi. Ini karena sistem kekebalan tubuh si kecil belum terbangun secara sempurna,” jelasnya.

Dalam situasi Lebaran yang melibatkan banyak interaksi, risiko tersebut dapat meningkat apabila kebersihan tidak diperhatikan.

Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Bayi

Untuk mengurangi risiko penularan penyakit, Agus mengimbau masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyentuh bayi atau anak-anak.

Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi upaya pencegahan yang efektif terhadap penyebaran kuman.

Selain faktor kuman, ia juga mengingatkan bahwa tangan yang tidak bersih dapat membawa zat tertentu yang berpotensi memicu alergi pada bayi.

Zat tersebut dapat berasal dari berbagai sumber seperti parfum, lotion, asap rokok, maupun bahan kimia lain yang menempel pada tangan.

“Jangan sampai ketika tangan kotor, kemudian ternyata mengandung zat yang bayi atau anak-anak itu alergi terhadap zat itu. Hal ini dapat menimbulkan reaksi alergi,” ujarnya.

Perlindungan Tambahan bagi Bayi

Selain menjaga kebersihan tangan, Agus juga menyarankan orang tua memastikan bayi menggunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi lingkungan saat berada di keramaian.

Hal tersebut dinilai dapat membantu melindungi bayi dari paparan lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan mereka.

Ia juga mengingatkan orang dewasa untuk menahan diri jika merasa belum dalam kondisi bersih sebelum menggendong atau menyentuh bayi.

Menurutnya, kesadaran individu menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

Anak Memiliki Kerentanan Lebih Tinggi

Agus menegaskan bahwa anak-anak memiliki kondisi fisik yang berbeda dengan orang dewasa.

“Anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa. Mereka sedang berkembang dan bertumbuh menuju dewasa. Sehingga mereka ini masih sangat rentan terhadap berbagai zat dan agen penyakit,” ujarnya.

Ia menilai meningkatnya mobilitas masyarakat selama Idulfitri membuat interaksi antarindividu semakin intens.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan serta memperhatikan kondisi kesehatan saat berinteraksi dengan bayi dan anak-anak.

“Lindungi anak kita untuk masa depan yang lebih baik,” kata Agus. (Eln)