bernasnews — Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI merupakan perhelatan hari terakhir, dalam khasanah budaya di Tiongkok juga bertepatan dengan hari terakhir perayaan tahun baru Imlek sering disebut Cap Go Meh (malam ke-15) yang bertepatan juga dengan perayaan lampion.
Demikian disampaikan oleh Novita Fei, Panitia PBTY XXI di Whatsapp Group (WAG) Teman PBTY XXI, Selasa (3/3/2026).
“Perayaan lampion biasanya diadakan di Tiongkok sebagai penutupan perayaan tahun baru imlek atau cap go meh. Sementara di Jogja tidak ada atau belum diadakan,” ungkapnya.
Novita berharap, semoga di tahun kuda api ini menjadi tahun yang penuh kebaikan dan kemakmuran. Juga menyampaikan terima kasih kepada teman – teman media yang sudah mendukung dan menyuarakan tentang toleransi.
“Keindahan kebhinnekaan tunggal ika di Indonesia terutama yang ada di Kota Yogyakarta. Tetap bantu masyarakat mendapat info terbaik dan mendamaikan, pungkas Novita. (ted)












