bernasnews — SMP Joannes Bosco Yogyakarta kembali akan mementaskan gelar budaya, kali ini berupa pentas cerita kolosal bertajuk “Jonggrang Mendobrak Malam”, bertempat di Panggung Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jalan Sriwedari, Yogyakarta, pada Sabtu 14 Februari 2026, Jam 15:30 WIB – 19:00 WIB.
“Pertunjukan ini melibatkan 70 siswa kelas 9 sebagai pemeran utama, didukung teater tari pembuka oleh 186 siswa kelas 7 dan 8 yang memukau penonton sejak awal acara,” kata Asterina, Humas SMP Joannes Bosco Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Asterina, selain panggung TBY akan dipenuhi nuansa magis dan emosional, keistimewaan pentas ini semakin terasa dengan iringan gamelan live yang dimainkan langsung oleh siswa kelas 8 dan 9, menghadirkan atmosfer Jawa klasik yang kuat.
“Iringan ini sekaligus akan memperkaya emosi setiap adegan. Denting saron, kenong, dan gong berpadu harmonis dengan gerak tari serta dialog para pemain,” ungkapnya.
Cerita yang diangkat merupakan legenda cinta tragis antara Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Dikisahkan pada masa kejayaan Kerajaan Prambanan, Roro Jonggrang dikenal sebagai putri cantik yang memesona banyak pangeran. Namun, segalanya berubah ketika kerajaan diserang oleh pasukan Pengging yang dipimpin Bandung Bondowoso.
“Kekalahan Prambanan bukan hanya membawa penjajahan, tetapi juga menumbuhkan kisah cinta penuh konflik, pengorbanan, dan dilema batin,” beber Asterina.
SMP Joannes Bosco Yogyakarta mengemas legenda klasik ini dalam sudut pandang yang lebih reflektif dan spiritual. Pertunjukan tidak hanya menampilkan tragedi cinta, tetapi juga menonjolkan nilai ketaatan kepada Sang Pencipta, kemurnian perasaan, serta keberanian melawan kegelapan demi kebenaran.
Melalui kolaborasi ratusan siswa, pentas ini menjadi ruang pembelajaran karakter seperti disiplin, kerja sama, kepercayaan diri, serta penghargaan terhadap budaya Nusantara. Sambutan hangat dari penonton membuktikan bahwa seni tradisi yang dikemas kreatif mampu menyentuh generasi masa kini.
“Pentas “Jonggrang Mendobrak Malam” menjadi bukti nyata komitmen SMP Joannes Bosco Yogyakarta dalam mengembangkan potensi seni sekaligus menanamkan nilai moral melalui pertunjukan berkualitas,” pungkas Asterina. (ted)












