bernasnews — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir secara resmi melantik Pengurus PWI DIY, masa bakti 2025–2030, bertempat di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (22/1/2026).
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Dalam kesempatan itu, Hudono kembali dipercaya untuk memimpin PWI DIY sebagai Ketua untuk periode 2025–2030.
Menurut Ketua PWI DIY, Hudono, pelantikan kali ini terasa sangat istimewa. Pasalnya Gedhong Pracimasana di Komplek Kepatihan bukan sekadar tempat, melainkan simbol pusat Pemerintahan Daerah DIY.
“Pelantikan ini menjadi sangat spesial karena dilaksanakan di Komplek Kepatihan yang merupakan pusat pemerintahan daerah DIY,” kata Hudono, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Selain itu, kami juga merasa terhormat lantaran disaksikan langsung oleh Gubernur DIY dan Wali Kota Yogyakarta. Bagi PWI DIY, ini adalah momentum yang strategis,” lanjutnya.
Kata Hudono, kehadiran langsung pimpinan daerah menunjukkan bahwa pers memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun, dan mencerdaskan masyarakat.
Pembangunan Grha Pers Pancasila
Pihaknya juga menyampaikan harapan besar kepada Gubernur DIY agar segera merealisasikan pembangunan Grha Pers Pancasila. Menurut Hudono, gedung tersebut telah lama menjadi cita-cita insan pers di DIY. Juga merupakan gagasan yang pernah disampaikan langsung oleh Sri Sultan HB X.
“Grha Pers Pancasila ini sejatinya adalah pemikiran dari Ngarsa Dalem sendiri. Waktu itu disampaikan di Kraton Kilen pada Juli 2018, di hadapan seluruh Ketua PWI se-Indonesia. Kami berharap rencana besar ini dapat segera direalisasikan,” harap Hudono.
Grha Pers Pancasila diharapkan menjadi pusat kegiatan jurnalistik, pendidikan pers, diskusi kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan insan media. “Keberadaan gedung tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas wartawan, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengugkapkan, bahwa rencana pembangunan Grha Pers Pancasila perlu segera ditindaklanjuti dengan kajian yang matang. Sultan meminta agar pengurus PWI DIY menyusun studi akademik sebagai dasar perencanaan.
“Silakan dirumuskan terlebih dahulu studi akademiknya. Dengan itu, baru bisa keluar Detail Engineering Design atau DED-nya. Kalau sudah ada kajian yang jelas, maka tahapan berikutnya bisa diproses,” terang Sultan HB X.
“Perencanaan yang baik sangat penting agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, fungsi, serta kebermanfaatan jangka panjang bagi dunia pers dan masyarakat luas,” tandas Gubernur DIY, Sultan HB X. (*/ ted)












