PASBUJA Susun Program Kerja Literasi Budaya Indonesia

PASBUJA Kawi Merapi saat menyusun program kerja tahun 2026. (Foto: Kiriman Kusnadi)

bernasnews — Paguyuban Sastra Budaya Jawa (PASBUJA) Kawi Merapi mengawali tahun baru 2026, menyusun program kerja untuk setahun yang akan dilalui. Kegiatan iNI berlangsung di  Rumah Makan Kembang Ndesa, Jalan Godean KM 9 Dusun Senuko,  Sidoagung, Godean, Kabupaten Sleman. Minggu 11 Januari 2026.

Hadir dalam kegiatan penyusunan program Ketua PASBUJA Sutopo Sugiharto, Kepala Sekolah Sastra Sleman Budi Sarjono, Staf Ahli PASBUJA Wiwien Widyawati Rahayu, Pengurus dan Tim Kerja Pasbuja Kawi Merapi.

Pemimpin penyusunan program kerja Pasbuja Budi Sarjono menyampaikan, bahwa Pasbuja Kawi Merapi sebagai salah satu yang dipercaya sebagai Induk Kebudayaan Kabupaten Sleman mempunyai anggota tersebar di seluruh kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dalam upaya  memperbaiki struktur kerja agar tidak terjadi tumpang tindih bidang kerja antar anggota. “Pasbuja mengawali kegiatan  tahun baru dengan menyusun program kerja setahun kevdepan,” ungkap Budsar sapaan akrab Budi Sarjono.

Menurutnya, program kegiatan yang akan dijalankan  dibagi menjadi enam tim. Masing – masing tim akan menyusun program kerja sesuai job-nya sendiri. Ke enam  tim tersebut adalah Tim Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) beranggotakan  Eti Daniastuti. Achyadi, Nyadi Kasmorejo, Niken Sasanti, Erlina Y, Ngatilah.

Tim Penerbit Pasbuja V. Murwaningsih  Toto Sugiharto, Luci Indarwat, Suhindriyo. Tim Sekolah Sastra Sleman (S3) dengan anggota Budsar, Latief Noor Rochman, Wiwien Widyawati Rahayu, Eny MS, Maria W Aryani. Tim Editor Antologi Hartoyo. Fahmi Sustiwi, Agus Supriyono. Albes Sartono.

Tim Dokumentasi dan media Sutopo Sigiharto, Sulistyanto, Adnan, Kusnadi, Agus Bakti, sedangkan untuk Tim pemburu  Sumber Dana ada Wiyana, Marciana Sarwi dan Gayatri.

Pemilihan nama nama tersebut didapat  dengan merpertimbangkan profesi, latar belakang yang bersangkutan  juga berdasarkan aktivitas dalam kegiatan yang diselenggarakan Pasbuja selama ini. “Namun penempatan nama tersebut bersifat  dinamis, bila dirasa kurang cocok bisa berpindah Tim,” tambahnya.

Lebih lanjut Budsar menjelaskan, bahwa pembagian tim tidak bersifat eklusif masih bisa membantu tim lain sejauh  dibutuhkan. “Tugas didalam tim tidak mengurangi posisi yang bersangkutan di dalam kepengurusan Pasbuja Kawi Merapi,” pungkasnya. (nun/ Kusnadi)