News  

PMI DIY Kirim Truk Tangki dan Personel ke Lokasi Bencana Sumatera

Suasana pemberangkatan Tim WASH dari PMI DIY ke daerah bencana. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) bersama PMI Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunungkidul mengirimkan 5 truk tangki dan 10 personel dalam respons tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Wilayah Sumatera, pada Senin (22/12/2025).

Tahap kedua ini PMI DIY mengirim sejumlah 5  truk tangki dan 10 orang personel, terdiri dari 5 pengemudi dan 5 kru yang akan bergabung sebagai tim WASH (air, sanitasi, dan kebersihan) PMI Pusat yang akan bertugas selama 4 minggu.

“Saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke Jakarta yang akan dicek kelengkapan dan kelayakan kendaraan, serta briefing personel oleh PMI Pusat. Selanjutnya mereka akan melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi penugasan,” tutur GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi, Ketua PMI DIY saat melepas keberangkatan dari Markas PMI DIY, Gamping, Sleman.

Lima truk tangki terdiri dari 2  unit dari PMI DIY dan PMI Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul masing-masing satu unit. Sementara personel yang ditugaskan adalah Witoro Tri Utomo, Dedy Santosa, keduanya dari PMI DIY.

Kemudian Triyono, Rahmad Setyonugroho , Thofek Ermawan, Andri Dwi Susilo, keempatnya adalah personel dari PMI Kabupaten Gunungkidul. Juga Purwaka, Rizqi Aji Pradana, Safriyadi, ketiganya dari PMI Kabupaten Sleman, dan Wakhid Kurniawan, dari PMI Kabupaten Bantul.

“Saya berharap tim yang berangkat tahap kedua ini selalu menjaga keamanan dan keselamatan, mengedepankan integritas dan etika, selalu bertindak sesuai kode perilaku organisasi dan Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah,” harap  Gusti Prabu, sapaan akrab GBPH. H. Prabukusumo.

Tim PMI DIY sebelumnya yang bertugas dalam Tim Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) masih bertugas di Aceh Tamiang. Mereka masih bertugas di Aceh Tamiang melaksanakan pelayanan medis, dukungan psikososial, promosi kesehatan dengan layanan kesehatan keliling mencakup wilayah Desa Tenggulun Kecamatan Tenggulun.

Selanjutnya Desa Sekumur Kecamatan Sekerak, Desa Medang Ara Kecamatan Karang Baru, Desa Bandung Jaya, Krueng Sekajar, Mesjid, Geulanggang Merak, Bukit Panjang Satu, le Bintah Kecamatan Manyak Payed, dan Desa Ratu Bintang, Kecamatan Bandar. “Dengan penerima manfaat sejumlah 486 orang terdiri dari 178 orang laki-laki dan 308 orang wanita,” jelas Gusti Prabu, putra Sultan HB IX.

GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi, Ketua PMI DIY saat melepas keberangkatan dari Markas PMI DIY, Gamping, Sleman. (Foto: Istimewa)

Selain mobilisasi personel dan pengiriman truk tangki, PMI DIY melalui PMI Kota Yogyakarta juga telah mengirimkan bantuan sejumlah 200 kantong darah yang dikoordinir oleh PMI Pusat untuk mendukung upaya penanganan medis dan pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

“PMI DIY juga masih membuka donasi untuk merespons bencana yang terjadi di Sumatera. Saat ini per 22 Desember 2025 pukul 10:00 WIB, donasi yang terkumpul sebesar Rp241.851.166. Kami menghaturkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua masyarakat seluruh Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, yang telah berdonasi melalui PMI DIY. Masyarakat masih bisa berdonasi sampai dengan 31 Januari 2026 melalui rekening Bank Mandiri Cab Sudirman nomor 137.000.744. 959.4 atas nama Penanggulangan Bencana PMI Propinsi DIY,” ungkap Gusti Prabu.

Sementara itu, salah satu Tim Pelayanan Kesehatan PMI DIY yang bertugas di Aceh Tamiang, dr. Arroyan menyampaikan data kesakitan paling banyak diderita oleh masyarakat adalah demam, batuk, pilek, gatal, nyeri, pusing, dan kebas.

“Tantangan selama bertugas di sini adalah akses menuju lokasi terdampak yang terbatas akibat kondisi wilayah pascabencana, cuaca yang tidak mendukung, keterbatasan sarana pendukung, dan tingginya kebutuhan masyarakat terdampak dalam pemenuhan dengan cepat dan merata,” jelas dr. Arroyan, yang juga merupakan dokter Klinik Pratama PMI DIY.

Selama bertugas, Tim PMI DIY bekerja sama dengan PMI Aceh Tamiang, Rumah Sakit PMI Bogor, PMI Kota Surakarta, Puskesmas Manyak Peyed, dan stakeholder terkait di Aceh Tamiang. “Kami berharap, kami bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera,” pungkas dr. Arroyan. (*/ ted)