bernasnews – Warga Dusun Dadapbong, Kalurahan Sendangsari, Pajangan, sempat terkejut pada Senin, 10 November 2025 sore setelah seorang pemuda ditemukan tidak bernyawa di bagian dapur rumahnya.
Korban berinisial AY, kelahiran Bantul, 11 Juni 2000, yang diketahui bekerja sebagai buruh dan dikenal ramah di lingkungan sekitar.
Ketenangan kampung berubah ketika dua warga, Sarnyoto dan Mariyanah, pulang bekerja sekitar pukul 16.20 WIB. Rumah tampak tertutup dan sunyi, sebuah kondisi yang membuat mereka curiga.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan bagaimana kejadian itu pertama kali terungkap. “Saat tiba di rumah, mereka mendapati suasana sepi dan pintu dalam keadaan tertutup,” ujar Iptu Rita seperti diberitakan kabarjawa.com.
Setelah pintu berhasil dibuka, Sarnyoto lebih dulu masuk. Dari bagian dapur, tubuh Arif Yunianto terlihat sudah tergantung menggunakan selendang putih bermotif bunga yang terikat pada gawangan pintu.
Di bawahnya terdapat kursi kecil yang telah terguling. Kedua saksi kemudian memanggil warga lain dan segera menghubungi Polsek Pajangan.
Petugas bergerak cepat. Tidak lama kemudian, tim Inafis Polres Bantul melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengamanan lokasi. Untuk pemeriksaan medis, polisi menghadirkan dokter jaga Puskesmas Pajangan, dr. Farhan Fachrizal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban telah meninggal sebelum ditemukan. Kondisi tubuh memperlihatkan luka pada bagian depan leher, lidah menjulur, busa di mulut, serta keluarnya air mani dan urine.
Tidak ditemukan bekas kekerasan pada bagian tubuh lain. Setelah visum, Iptu Rita menegaskan kesimpulan petugas.
“Dari hasil visum, murni kasus gantung diri. Tidak ada indikasi penganiayaan,” tegas Iptu Rita.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyampaikan tidak akan melakukan tuntutan.
Imbauan Kepada Warga
Peristiwa itu membuat kepolisian kembali mengingatkan pentingnya saling memperhatikan kondisi psikologis orang terdekat. Menurut Iptu Rita, sikap saling peduli dapat membantu mencegah tindakan ekstrem.
“Masalah hidup memang berat, tapi jangan pernah memilih jalan pintas. Kami mendorong warga agar saling memperhatikan dan tidak menutup diri. Jika ada yang terlihat murung atau berubah perilaku, segera ajak bicara atau laporkan ke pihak berwenang,” pesannya. (Eln)












