bernasnews — Penyelenggaraan MUSDA IX KADIN DIY 2025 yang bertema “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY”, yang dilaksanakan bertempat di Ruang Yudhistira Lt 2, JEC, Kabupaten Bantul, DIY, pada Sabtu, 8 November 2025.
Acara ini berlangsung lancar dan sukses, dengan salah satu keputusan yang fenomenal yakni secara aklamasi memilih dan menetapkan GKR Mangkubumi menjadi Ketua Umum KADIN DIY, periode 2025 – 2030.
Dalam penyelenggarakan acara akbar tersebut, ada satu moment yang sayang untuk dilewatkan dalam pemberitaan yaitu pagelaran Beksan Menak Rengganis Widaningsih oleh Paguyuban Kesenian Suryo Kencono, dengan penari RAj. Sabina Siti Nurul Pristisari, S.Psi; R Sarastiati, S.S.Ing; Rionaldo Helgiera; Herkunanto Yuwidi.
Beksan Menak Puteri Rengganis Widyaningrum adalah sebuah tarian klasik gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang peperangan antara dua dewi, yaitu Dewi Rengganis dan Dewi Widaninggar. Tarian ini diciptakan oleh R.W. Sasmintamardawa atas ide dan gagasan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, antara tahun 1958-1959.
Tarian ini memiliki gerakan yang lembut dan elegan, dengan kostum yang indah dan riasan yang khas. Juga properti berupa burung garuda yang menjadi bagian dari gelaran itu. Beksan ini menceritakan Dewi Widaningsih dari Tartaripura, yang akan menuntut balas atas kematian saudarinya Dewi Adaninggar.
Namun niatan itu kemudian dihadapi oleh Dewi Rengganis Widyaningrum dari Koparman, terjadilah peperangan seru yang akhirnya Dewi Widaningsih dapat ditaklukan. Kemudian keduanya sowan (menghadap) kepada Wong Agung Jayenrana, di negeri Koparman untuk bersama-sama berjuang demi kejayaan negeri.
Beksan Menak Puteri Rengganis Widyaningrum adalah salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan dan dipentaskan kembali. Pasalnya tarian ini memiliki beberapa keunikan, seperti: Gerakan yang lembut, epik, auntentik dan elegan; Kostum yang indah dan riasan yang khas; Cerita yang diambil dari Serat Menak, sebuah karya sastra klasik Jawa. (ted)












