News  

Uji Fungsi SPAM: Bukti Nyata Komitmen Kulon Progo Wujudkan Akses Air Layak bagi Semua

Uji Fungsi SPAM/Foto: Pemkab Kulon Progo

bernasnews– Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) melalui Bidang Cipta Karya kini melakukan uji fungsi terhadap hasil pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di berbagai kalurahan penerima manfaat.

Sejak pertengahan September hingga awal Oktober 2025, tim yang dipimpin Kepala Bidang Cipta Karya, Yuniar Wibowo, turun langsung ke lapangan. Kegiatan ini memastikan seluruh jaringan air minum beroperasi sesuai standar dan benar-benar mengalir ke rumah-rumah warga.

“Uji fungsi kami lakukan untuk memastikan air mengalir dengan tekanan cukup, jaringan pipa berfungsi baik, dan spesifikasi pekerjaan sesuai rencana. Kami ingin manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Yuniar Wibowo, mengutip dari tugujogja.id.

13 Kalurahan Jadi Lokasi Uji Fungsi SPAM

Pemeriksaan dilakukan di 13 kalurahan yang tersebar di wilayah perbukitan Kulon Progo—daerah dengan topografi menantang, namun semangat besar untuk hidup layak dan sehat.

Berikut sejumlah lokasi yang menjadi fokus kegiatan uji fungsi.

  • Kalurahan Banjaroyo: Pembangunan SPAM jaringan perpipaan (DAIS 80 SR) di Padukuhan Banjaran dan Pantog Kulon
  • Kalurahan Ngargosari: Pembangunan SPAM (DAIS 100 SR) di Padukuhan Ngaliyan Gunung A, Nguntuk-Untuk, dan Tulangan
  • Kalurahan Kalirejo: Perluasan SPAM (DAIS 91 SR) di Kalibuko I, Kalibuko II, Plampang III; serta peningkatan SPAM (DAK 140 SR) di Plampang I, Plampang II, dan Sangon II
  • Kalurahan Purwosari: Peningkatan SPAM (DAK 55 SR) di Karangrejo, Gedong, dan Pringtali
  • Kalurahan Banjarasri: Peningkatan SPAM (DAK 60 SR) di Nglebeng
  • Kalurahan Pagerharjo: Peningkatan SPAM (DAK 90 SR) di Nglinggo Barat
  • Kalurahan Jatimulyo: Peningkatan SPAM (DAK 70 SR) di Banyunganti, serta perluasan SPAM (APBD 30 SR) di Sibolong
  • Kalurahan Giripurwo: Peningkatan SPAM (DAK 75 SR) di Sabrang, Pringapus, dan Karanganyar
  • Kalurahan Banyuroto: Perluasan SPAM (APBD 50 SR) di Gayam dan Tawang
  • Kalurahan Hargorejo: Perluasan SPAM (APBD 50 SR) di Sangkrek
  • Kalurahan Banjarharjo: Perluasan SPAM (DAK 85 SR) di Gerpule dan Kalisentul
  • Kalurahan Hargomulyo: Perluasan SPAM (DAK 120 SR) di Tangkisan I, Tangkisan III, dan Grindang

Di setiap lokasi, petugas melakukan pengujian menyeluruh, mulai dari sambungan pipa utama, bak penampungan, hingga uji alir pada sambungan rumah (SR) secara acak. Tekanan air diukur satu per satu, memastikan setiap titik dapat dialiri dengan baik.

Dorong Kemandirian Air Bersih Desa

DPUPKP tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membina Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pengelola Air Bersih agar mampu mengelola sistem air minum secara mandiri.

“Kami ingin setelah proyek selesai, masyarakat bisa mandiri. Air bersih ini bukan hanya soal pembangunan pipa, tapi tentang keberlanjutan dan tanggung jawab bersama,”
terang Yuniar.

Pokmas diberikan pelatihan tentang cara pengoperasian dan perawatan jaringan, serta diminta menindaklanjuti hasil evaluasi uji fungsi. Beberapa lokasi membutuhkan perbaikan ringan seperti penyesuaian sambungan pipa atau penambahan valve pengatur tekanan. Secara umum, hasil uji menunjukkan sistem bekerja dengan baik.

Bagi warga di wilayah terpencil, air bersih adalah kebutuhan mendesak yang kini mulai terpenuhi. Warga Padukuhan Kalibuko II mengaku kini bisa menikmati air langsung dari keran tanpa harus berjalan jauh ke sumber air di lembah.

Begitu pula di Padukuhan Nglinggo Barat, aliran air kini lancar setelah sebelumnya hanya menetes perlahan.

“Dulu kami menampung air hujan dan harus berhemat setiap tetesnya. Sekarang air mengalir lancar. Rasanya seperti keajaiban,” ujar salah satu warga dengan mata berbinar.

DPUPKP Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk memantau dan memastikan keberlanjutan sistem penyediaan air minum di setiap padukuhan sasaran.
Langkah ini sejalan dengan target nasional penyediaan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Dengan dukungan masyarakat dan pengawasan berkelanjutan, harapan akan pemerataan air bersih hingga pelosok Kulon Progo kini bukan lagi mimpi.***(Eln)